oleh

Panitia Peringatan Isra Mi’raj Anjurkan Pilih Nomor Dua, Al Qur’an dan Alhadist

Jakarta, TribunAsia.com – Ketua Panitia Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dibilangan Rawa Bunga Bekasi Timur IX Jatinegara, Jakarta Timur mengatakan bila umat Islam ingin selama baik didunia maupun akhirat maka dianjurkan pilih nomor dua.

Ajad Sudrajat selaku panitia sekaligus pengurus Masjid Umar Bin Khattab memaparkan disela-sela Tablik Akbar yang dihadiri ratusan umat Islam yang memadati Jalan Gang Padang pada Sabtu malam (30/3) mengajak umat Islam taat kepada Allah SWT serta Rasul dengan cara menjalankan syariah.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kemudian, dikatakan dia kegiatan tersebut dilaksanakan rutin setiap tahun dan Isra Mi’raj itu dimulai pada pukul 19.30 WIB selepas Ba’da shalat Isya.

“Tradisi itu memang setiap tahun melaksanakan kegiatan ini di Jalan Bekasi Timur IX di depan Masjid Umar Bin Khattab. Mengajak taat kepada Allah kepada rasul terus juga menjalankan Syariah. Jika ingin selamat pilihlah dua. Dua itu bukan kita kampanye tapi duanya itu memang Al-Qur’an dan Alhadist gitu aja,” jelas Ajat kepada TribunAsia.com, Sabtu malam (30/3/2019).

Terlebih, Ajad kembali menegaskan, melalui Isra Mi’raj yang digelar di Masjid Umar Bin Khattab tersebut bahwasanya agama Islam mengajarkan mulai dari hal-hal terkecil. Diantaranya, menurut Panitia hal terkecil disebut baik dari mencuci tangan hingga masalah lebih luas yaitu mengurus negara.

“Intinya ikuti Al-Qur’an dan Al Hadits saja begitu. Al-Qur’an dijelaskan berbagai macam kehidupan Al-Qur’an itu mengajarkan kita dari hal yang terkecil mencuci tangan, masalah rumah tangga hingga masalah negara itu diajarkan itu di Islam dan termaktub di dalam Al-Qur’an” kata dia.

Perlu diketahui, Tabligh Akbar dihadiri oleh berbagai ulama antara lain Habib Fahmi, Abu Bakar Al Idrus, KH Sobri Lubis, Habib Ali Idrus Al Habsyi, Habib Tsaqif (Dai cilik). Selain itu, turut dihadiri oleh organisasi Islam seperti Front Pembela Islam dan masyarakat sekitar. Dipenghujung peringatan Isra Mi’raj para hadirin disediakan santap bersama dengan menu nasi kebuli yang dihidangkan oleh tim panitia.

“Pesan khusus ajaran Rasulullah cintai rasul mencintai Allah semua muaranya ke situ dan kita juga memberikan santapan jasmani nasi kebuli,” ujar Ajad.

Kembali dia menambahkan, jika umat Islam ingin selamat tentunya harus mengikuti petunjuk yang terdapat didalam kitab suci Al-Qur’an. Kendati demikian, Ajad menekankan lagi Al-Qur’an diyakini dapat memberikan kesempatan dan harus dijalankan bila ingin selamat.

“Kita mengikuti petunjuk dari Allah dan insyaallah kita nanti selamat. Apa yang diajarkan di dalam Alquran kita kita mesti ikut kalau kamu selamat selamat dunia maupun selamat akhirat kita mesti ikut,” tegasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *