oleh

Kasus Ciracas, Tim Kuasa Hukum Menilai Kasus Pengeroyokan Bukan Perbuatan Melawan Hukum Tentang Institusi

Jakarta, TribunAsia.com – Video aksi perkelahian antara juru parkir dengan perwira TNI-AL berpangkat Kapten di Ciracas disaksikan bersama, tim Kuasa Hukum jelaskan kasus tersebut merupakan pengeroyokan yang melibatkan kliennya.

Kata Wilman Malau SH MH di PN Jaktim, kasus yang terjadi di pelataran tempat parkir bukan perbuatan melawan hukum tentang institusi akan tetapi murni menurut dia kasus pengeroyokan yang sedang disidangkan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Baik perlu kami sampaikan kepada seluruh penegak hukum karena dengan adanya persidangan ini maka sudah jelas kasus ini kasus ini kasus pengeroyokan karena dulu sempat prediksi atau dugaan orang ini orang ini perbuatan melawan hukum tentang institusi,” ujar tim penasehat hukum kepada TribunAsia.com, Senin (1/4/2019).

Kemudian, disampaikan anggota Peradi itu dia hadir untuk mendampingi kliennya atas kasus pengeroyokan yang kini tengah menjalani proses hukum. Ia pun berpendapat, dalam waktu kedepan akan memanfaatkan pembelaan dan ada poin-poin yang dinilai kurang lengkap ditemukan dalam persidangan.

“Tetapi dengan adanya persidangan ini tentang pengeroyokan tapi kami hadir disini untuk membela terdakwa yang sudah diajukan ke persidangan. Terdakwa ini tadi ada hal-hal yang membuat suatu angin. Bahwa apa yang disajikan di persidangan oleh jaksa, jaksa ada seperti hal-hal yang kurang lengkap,” tandasnya.

“Nah ini kami harus memanfaatkan pembelaan yang kuat harusnya di dalam pledoi disusun sesuai jadwalnya nanti,” imbuh Wilman.

Ketika itu, persidangan mendengarkan saksi-saksi dari anggota Resmob Polda Metro Jaya seputar penangkapan yang bersumber dari YouTube yang ditonton langsung oleh saksi. Atas dasar video saksi-saksi yang hadir ketika itu Edi dan Fandi melakukan penangkapan terhadap sejumlah juru parkir yang melakukan pengeroyokan terhadap Kapten Komarudin.

“Itu tadi justru kasih masuk ke pengadilan dengan adanya tentang video yang viral sudah bertanya dengan saksi-saksi begitu hebatnya mereka membuat identifikasi terhadap ini semua lebih tahu ditujukan kepada persidangan tentang siapa-siapa,” ungkapnya.

Wilman kembali mengutarakan, dalam perkelahian yang terdapat di YouTube tersebut ada pihak-pihak lain yang dipertanyakan akan tetapi dia akan mempelajari keseluruhan durasi video yang dipertontonkan di ruang sidang  Purwoto Ganda Subrato itu.

“Pihak-pihak yang ada di dalam video itu tadi di dalam pengeroyokan tetapi tidak dimasukkan ke dalam pertanyaan kepada saksi-saksi dia tidak tahu tentang videonya. Kalau video itu sempurna atau perfect ini dari pihak kita ini dasar yang diajukannya,” ucap dia lagi.

“Majelis tidak begitu keberatan dan kami juga tidak keberatan, kami harus belajar keadaan di dalam video itu. Itu yang harus kami lihat apa peran-peran masing-masing itu,” tambahnya.

Dalam kasus pengeroyokan itu, sebelumnya antara kedua belah pihak telah melakukan upaya perdamaian. Disamping itu, kata dia  atas beredar luasnya video dimedia sosial sehingga berpotensi dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kasus ditangani Polda Metro Jaya.

“Harus kita pisahkan kasus ini ada kasus saat terjadinya pengeroyokan beberapa korban itu melapor kepada Polsek, lalu itu terjadi penyelesaian secara kekeluargaan. Namun berakibat sesuatu video yang viral di masyarakat yang membuat mungkin mengganggu stabilitas, aparat hukum melakukan tindakan itu diambil alih lidik dan sidiknya diambil oleh Polda Metro Jaya itu,” terangnya.

“Yang dilimpahkan ke pengadilan ini (PN Jaktim) kalau ada kasus itu menjadi bahan kami dalam persidangan, kenapa ada perdamaian,” kata tim kuasa hukum. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *