oleh

Kuasa Hukum Minta Video Perkelahian Ciracas Antara Juru Parkir dengan Anggota TNI di Putar

Jakarta, TribunAsia.com – Tim Kuasa Hukum minta video perkelahian antara juru parkir dengan anggota TNI-AL berpangkat Kapten diputar dalam persidangan mendatang. Priska meminta kepada saksi yang dihadirkan dihadapan Majelis Hakim PN Jaktim untuk menjelaskan peristiwa dalam video mulai terjadi penendangan terhadap Iwan.

“Berdasarkan yang Bapak lihat saja Bapak tau tidak yang menendang Iwan. Jadi yang Bapak lihat Bapak bisa menerangkan, jadi sayang video tidak ada sekarang ini,” kata tim kuasa hukum, Kamis (28/3/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Selain itu, salah seorang saksi pun tak luput dimintai keterangan tentang kelengkapan surat penangkapan terhadap juru parkir yang bersitegang dengan Kapten Komarudin sesuai dengan video yang beredar luas.

Kemudian, saksi menyebutkan penangkapan para pelaku yang kini menjadi Terdakwa tersebut dilakukan oleh petugas kepolisian lainnya. Menurut saksi, bukan dia yang menangkap langsung pelaku yang ada didalam video keributan dengan anggota TNI-AL dan pelaku ditangkap bersama salah seorang wanita kala itu.

“Tim lain. Penyidik (surat penangkapan) ditangkap sama cewek. Istrogasi awalnya dari petugas lapangan, awalnya ribut dulu. Kita (lihat) divideo itu. Parkiran motor itu kesenggol karena asap motor. Ribut datang temennya lagi,” kata saksi dari anggota Polri.

Endang Sriastining, SH selaku pimpinan sidang menanggapi atas percakapan hangat dilontarkan diruang sidang Purwoto Ganda Subrata tentang keterbatasan video didalam play disk yang tidak dapat menampilkan gambar sesuai dengan kejadian dilokasi setempat.

“Misalnya kalau ada playdisknya bisa diputar. Kalau playdisknya kan nggak bisa dibuka,” tegas ketua majelis hakim.

Disela-sela sidang berlangsung, Kuasa Hukum terdakwa kembali mencecar saksi yang mengenakan kaos perihal tentang upaya perdamaian yang dilakukan pelaku dan korban Komarudin ketika setelah keributan terjadi.

“Saksi tau nggak ada perdamaian,” tanya tim penasehat hukum kembali.

Akan tetapi, ditambahkan saksi secara spontan dia mengatakan tidak mengetahui pasti dan enggan untuk ingin ikut campur karena ranah permasalahan tersebut berada diwilayah Polsek setempat.

“Saya nggak tau itu wilayah Polsek ini saya nggak ikut campur,” ungkap saksi.

Sebelum sidang berakhir, Kuasa Hukum meminta kepada Majelis Hakim untuk kesempatan pekan depan memutar playdisk detak-detik kejadian didalam video tersebut dan buka diruang sidang secara terbuka. Namun, atas rentetan kejadian tersebut dini hari lalu kantor Polsek Ciracas dibakar massa. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *