oleh

Al-Hallaj dalam Dunia Politik

TribunAsia.com

Oleh : Amir Kumadin

Iklan 52 Khutbah Jum'at

 

Ilmu itu berlapis atau bertingkat.

Kasus YIM mungkin anolog dengan kasus Al-Hallaj yg bilang “Ana al-haq, saya adalah kebenaran, saya adalah tuhan”.

Sebuah pengalaman spiritual yg seharusnya tdk usah diungkap ke khalayak ramai.

Dimana seharuanya diungkap di kalangan terbatas dan khusus para  sufi dan orang2 yg sdh ma’rifat kepada-Nya saja.

Demikian juga, apa yg dilakukan YIM itu strategi atau ilmu politik tingkat elit/tinggi, sehingga hanya orang2 yg intelek yg paham.

Sedangkan orang awam/khalayak ramai, tahunya pada penampakan luarnya, lahiriyahnya, secara kasat mata, bhw YIM dipersepsikan dan  dianggap telah meloncat dari oposisi ke status quo (rezim berkuasa) atau telah mendukung Koruf dlm konteks pilpres 2019 nanti.

Jika Al-Hallaj kemudian dihakimi, di tiang pancung,  oleh para ahli hukum dan fiqh saat itu, maka YIM akan dihakimi oleh apriori, prakonsepsi, persepsi, sikap politik, dan pilihan politik dari khalayak ramai (orang awam dlm bahasa politiknya kaum grass root).

Dalam kasus Al-Hallaj, secara substabsial tdk ada yang salah. Dan dalam kasus YIM juga sama saja.

Salahnya pada metode dan caranya an sich, dan tidak lain.

Tapi apapun itu, dan apapun yg bakal terjadi, ada efek domino atau akibat yg berlapis dan berangkai, yg tak pernah diduga sebelumnya oleh YIM.

Karena ada semacam loncatan quantum dlm dunia politik yg begitu kompleks dan berubah-ubah tiap detik sesuai sikon dan konteks konstalasi politik yg sedang terjadi hingga pilpres nanti.

Efek domino itu bisa berupa umat Islam meninggalkan PBB dan Yusril krn sesuai tingkat ilmunya. Lalu caleg2 dari PBB bisa kena imbas eksodus tersebut. Dan efek paling fatal adalah, PBB tidak bisa masuk pemilu yg akan datang.

Moga efek domino dan akibat itu masih terkendali dan mengarah kepada suatu yg lebih baik.

Khususnya bagi PBB dan umumnya bagi perjuangan umat Islam Indonesia.

Wassalaam.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *