oleh

Warga Tangsel Sebut Pileg Lebih Penting untuk Pilwalkot 2020

Tangsel, TribunAsia.com – Jelang pemilu 2019 yang akan dimulai 17 Arpil menjadi penentu pesta demokrasi kedepan bagi warga Tangerang Selatan, Mengingat pemilihan walikota dan wakil walikota 2020 adalah bagian yang banyak ditunggu, siapa kiranya yang nanti para tokoh di kota sejuta investasi tersebut ikut dalam pesta Cawalkot Tangsel 2020.

Salah satu tokoh muda dan ketua IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) Kota Tangerang Selatan, Tomi Patria Edwardy ST, M.Si kepada wartawan (25/03) menyebut pemilu 2019  bagian pesta demokrasi yang bisa menentukan kehidupan masyarakat kota Tangerang Selatan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Saya berpikir pemilu ini bagian terpenting, mungkin juga masyarakat sangat berharap perubahan secara lebih baik lagi akan terjadi pasca pemilu ini”, tegas Tomi.

“Perlu digaris bawahi banyaknya parpol yang bisa lolos adalah para wakil rakyat yang baru, dan harapan bagi masyarakat bukan untuk kelompok atau kepentingan partai saja namun buat warga Tangsel secara utuh,” tambahnya

“Jangan golput dan pilih wakil rakyat yang sesuai dengan harapan warga,  tidak boleh karena perbedaan kita menjadi lawan jadikan politik sebagai bagian silaturahmi yang kokoh antar warga bukan sebagai permusuhan” katanya lagi.

Sementara tokoh cipasera Yardin Zulkarnaen menganggap pemilu 2019 adalah awal perbaikan taraf hidup masyarakat Tangsel untuk tahun 2020, menurutnya setelah pileg dan pilpres akan ada pilkada Tangsel.

Ketika dirinya disodorkan beberapa nama atau tokoh calon atau kandidat Walikota Tangerang Selatan setelah pasangan Airin-Benyamien malah hanya menyebutkan bahwa warga menganggap pileg lebih penting sebagai palang pintu demokrasi pilkada 2020 di Tangsel.

“Ada banyak tokoh yang terlihat sudah mulai bergerak baik secara akar rumput, tebar pesona hingga dari mulut ke mulut,” kata Yardin.

“Pak Sekda, Ketua DPRD adalah salah satu kandidat sementara dari kalangan tokoh masyarakat dan ormas sudah muncul nama Tomi Patria Edward yang juga ketua IPSSI Tangsel,” pungkas Yardin.

Hal sama disampaikan Abi Sofyan, menurutnya warga Tangsel ingin sekali punya walikota yang tidak terlalu formalitas atau terlalu “jaim”.

“Saya berharap ada tokoh masyarakat yang benar benar merakyat dan tidak hanya tebar pesona namun kental karena kedekatannya dengan warga tanpa terlalu birokrat” tandas Abi Sofyan enggan menyebutkan nama tokoh yang dimaksud.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *