oleh

Sudah 3 Bulan Plang IMB yang Roboh Terlilit Kabel Listrik di Penggilingan Belum di Perbaiki

Jakarta, TribunAsia.com – Plang pelayanan izin mendirikan bangunan (IMB) terlantar di Penggilingan Kota Administrasi Jakarta Timur. Bahkan, kondisi saat ini nampak patah dari tiang penyangga besi tanpa perhatian khusus dari instansi terkait dijalur hijau dengan terlilit kabel. Dikatakan Faldo, patahnya papan IMB harus segera diperbaiki karena sangat mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Fasilitas publik yang merusak pandangan tersebut kerap dijumpai pengguna jalan yang tengah hilir mudik di Jalan Penggilingan Kecamatan Cakung Jakarta Timur.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Harus segera diperbaiki, ini sebagai fasilitas publik selaku pemerintah Jakarta Timur segera memperbaiki demi menjaga keselamatan bersama,” keluh pengguna jalan ketika ditemui TribunAsia.com, Kamis (20/3/2019).

Pria yang mengenakan batik itu menambahkan, pentingnya segera diperbaiki sarana umum yang rusak tersebut dinilai dapat mengganggu pengguna jalan. Bahkan, Faldo mengatakan saat ini cuaca tidak memungkinkan dan bila angin kencang akan berdampak tumbangnya plat berkarat yang terbuat dari besi yang malang ditepi taman.

“Kalau aku sebagai pengguna jalan sangat menggangu lalulintas apalagi angin kalau kelempar terkena orang takutnya angin gede melempar kejalan,” ungkap Faldo.

Ibu rumah tangga yang enggan menyebutkan diri dan tinggal di Penggilingan RT 12 RW 11 mengatakan, kejadian patahnya plang yang bertuliskan layanan IMB diperkirakan sudah terjadi 3 bulan berjalan. Untuk itu, dia mengkhawatirkan keselamatan karena kabel listrik bersentuhan langsung dengan plat yang roboh.

“Sudah 3 bulan lebih. Itukan ada kabel kali ke gesek-gesek itukan setrum takut bocah kalau sore pada maen kesitu,” tandasnya.

Namun, ibu rumah tangga yang tinggal diseberang lokasi robohnya papan layanan umum itu menjelaskan kembali hingga detik ini belum ada korban. Lalu, warga setempat tersebut berharap untuk segera diperbaiki dan dia menambahkan, patahnya plang itu telah dilaporkan melalui petugas PHL melalui foto-foto akan tetapi belum ada tindakan nyata.

“Belum ada (korban) tukang sapu sudah foto-foto tapi masih begitu saja,” sambungnya.

Selain itu, Andi salah seorang pengguna jalan lainnya menyampaikan hal yang serupa, dan meminta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur untuk segera memperbaiki fasilitas umum yang berada diruang publik.

Kemudian, kata dia pihak-pihak terkait harus kontrol lapangan dan memeriksa secara rutin fasum agar lebih terawat.

“Harus ada perbaikan agar kota tertat yang rapih. Harusnya instansi terkait tersebut lebih memeriksa dan merawat,” singkat dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *