oleh

JPU Sebut Resiko Bantu Pelarian Tahanan Kabur kepada Oknum Petugas Rutan yang Menjadi Terdakwa

Jakarta, TribunAsia.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebut resiko membantu pelarian tahanan narkotika keluar dari Rumah Tahanan Kelas 1 Cipinang Jakarta Timur kepada oknum petugas rutan yang menjadi Terdakwa.

Sebelumnya, JPU yang mengawal kasus tersebut dihadiri oleh Kejati DKI Jakarta Rumondang Sitorus, SH dan kini digantikan sementara oleh JPU dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Yuanita diketahui adalah salah seorang petugas Rutan Cipinang dibagian tata usaha (TU) yang menjalin kasih terhadap Muhammad Said Harahap Bin Muhammad Hasyim Harahap yang dituntut seumur hidup.

“Masak kamu nggak tau resikonya kan kamu sepasang kekasih,” kata Benny Agus, SH saat sidang lanjutan, Kamis (20/3/2019).

Namun, Yuanita kembali menjadi menjelaskan kaburnya tahanan narkoba yang dikenal selama 6 bulan dirutan membuat dirinya terseret ke meja hijau dan terancam dari status ASN.

Dalam kesempatan agenda pemeriksaan Terdakwa, dia mengatakan dihadapan Majelis Hakim PN Jaktim Muhammad Said Harahap diturunkan di Bandara Halim Perdanakusuma dengan menumpang kendaraan Grand Livina yang dikemudikannya.

“6 bulan (kenal) Said. Halim (Bandara), menyesal,” ujar terdakwa.

Kemudian, Majelis Hakim dimpimpin Posma P Nainggolan SH MH dengan didampingi Asban Panjaitan SH MH dan Siti Zamjanah SH mempertanyakan Terdakwa Yuanita seputar kaburnya Muhammad Said yang belum tertangkap hingga kini.

“Didalam rutan ada data elektronik tidak tahanan. Benar nggak bulan Desember ada tahanan yang melarikan diri,” tanya Posma kepada Yuanita.

Terlebih, mulai dari hubungan asmara hingga pelarian turut menjadi pertanyaan utama dalam persidangan. Kendati demikian, Yuanita menepis yang sebelumnya sempat kabarkan menerima iming-iming sejumlah uang bahkan mencuat miliaran rupiah dari M Said Harahap sebagai pemulus pelarian.

“Saudara bertemu diruang tamu terbuka ya ruang kunjungan. Ada unsur pribadi ya, ada unsur uang,” ujar Posma kepada mantan petugas Rutan Cipinang.

“Tidak (tepis unsur uang),” singkat terdakwa. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *