oleh

Polsuspas Rutan Cipinang Beri Keterangan Seputar Kaburnya Tahanan Atas Kerjasama Oknum dalam

Jakarta, TribunAsia.com – Penjaga keamanan pintu masuk rumah tahanan Cipinang Jakarta Timur hadir menjelaskan kronologi kaburnya pelarian tahanan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

Wisnu selaku Kepala Keamanan Rutan Cipinang mengatakan, hubungan asmara antara Muhammad Said dan Yuhanita terbangun diperkirakan selama dua bulan. Namun, pelarian tahanan narkotika tak lepas berkat kerjasama oknum PNS Rutan Cipinang dibagian tata usaha.

banner 336x280

“Mungkin dua bulan pak. Saya nggak tau dia bukan anak buah saya. Awalnya dia (ditanya) nggak ngaku saya dan Karutan dan staf-staf saya. Iya betul saya mengakuinya masukin Said dan bawa ke bandara karena sayang dan cinta,” jelas Wisnu Polsuspas Rutan Cipinang dalam persidangan, Senin (18/3/2019).

Kendati demikian, Saksi menyampaikan kembali dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Posma P Nainggolan SH MH atas kaburnya Muhammad Said dari balik jeruji penjara membuat dia repot. Tetapi, pertugas yang mengenakan berseragam dinas itu turut memaparkan, Terdakwa Yuanita masih berstatus aparatur sipil negara. Besar kemungkinan, bila proses hukum berkekuatan tetap diterima Yuhanita maka status PNS akan terancam hingga pemecatan dengan tidak hormat.

“Gara-gara dia saya repot dia masih PNS. Setelah pidana proses berjalan. Mungkin alasan pribadi dan uang dia ngakuin tapi rasa bersalahnya kurang krna dia tidak mengakuinya,” ujar saksi.

Saat sidang digelar, saksi-saksi lainnya baik dari petugas khusus penasayarakan maupun petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya hadir memberikan keterangan. Selain itu, Posma P Nainggolan pun melemparkan pertanyaan kepada saksi-saksi yang dihadirkan dimeja hijau terkait seputar pelolosan tahanan.

“Jadi nggak tahu keluar (tahanan) itu ?,” tanya majelis.

Disamping itu, kata saksi Nurjana yang petugas jaga dipintu depan merincikan pada saat detik-detik pelarian tahanan M Said, Yuhanita masuk kedalam dengan mengendarai sebuah mobil dengan alasan untuk keperluan kantor dan ingin bertemu pegawai yang bernama Adhitya.

“Bertugas dipintu depan paling depan. Kalau masuk dia bilang mau masuk untuk keperluan kantor cuma buka kaca dan mau ketemu Bu Aditya dengan Bu Nita (terdakwa),” sebut saksi.

Berbeda dengan saksi Hairul Irpan, ketika M Said kabur dia tidak mengetahui karena pada saat itu kata saksi posisi nya tengah berada di Blok. Kemudian, dia mengatakan pada waktu yang bersamaan dia dipanggil dengan tamping (tahanan pendamping) dan untuk melakukan periksaan dia menandaskan bukan SOP-nya kala itu.

“Saya dibagian depan saya dipanggil tamping, saya posisi di blok dapur sama blok jauh Pak bukan SOP (periksa) saya pak dan dia bilang antar tv Pak,” ungkap saksi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *