oleh

Pasangan Capres Prabowo-Sandi Menilai Debat Capres Informatif Serta Membantu Para Pemilih

Jakarta, TribunAsia.com – Pasangan Capres Prabowo-Sandi mengatakan dalam sesi debat yang berlangsung di Hotel Sultan Jakarta dengan lawan debatnya Ma’ruf Amin mengutarakan hal tersebut dinilai informatif dan membantu publik untuk menentukan pilihan ketika Pilpres bulan April mendatang berlangsung.

“Bersyukur pada sesi debatnya berlangsung lancar dan saya berterima kasih kepada Pak Kyai Ma’ruf yang sudah jadi mitra sehingga sesinya Insya Allah informatif dan membantu para pemilih sehingga dapat menjatuhkan pilihannya secara mantap tanggal 17 April,” kata Sandiaga Salahuddin Uno Minggu malam, Senin (18/3/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Sandi mengungkapkan kembali, pasangan nomor urut 02 jika terpilih akan fokus terhadap peningkatan sumberdaya manusia. Dia juga menambahkan, disamping sumberdaya manusia dan menciptakan lapangan pekerjaan terutama tenaga kerja lokal.

“Fokus pada Prabowo-Sandi adalah peningkatan manusia dan juga menciptakan lapangan kerja buat ada kerja lokal tenaga kerja lokal,” tandasnya.

Tidak hanya itu, mantan wakil Gubernur DKI Jakarta mengucapkan setelah sesi debat selesai dia berjanji akan mengendalikan harga sembilan bahan pokok.

“Harga bahan-bahan pokok tentunya stabil program kita memastikan menyentuh apa yang diinginkan oleh masyarakat,” beber dia.

Kata Sandiaga, kesempatan kerja rakyat Indonesia terbatas dan hal tersebut dinilai bermasalah ironisnya tingkat pengangguran meningkat karena peluang kerja diprioritaskan terhadap warga negara asing.

“Tenaga kerja asing itu dikeluhkan oleh banyak sekali lapisan masyarakat tadi saya angkat terjadi suatu diskusi yang menarik pendekatan perbedaan antara Jokowi dan kami. Jokowi itu tidak menganggap sebagai problem kami itu menganggap sebagai masalah jika masalah lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia itu diberikan kepada tenaga kerja asing,” paparnya.

“Antara tenaga kerja lokal tidak diberikan peluang tawa kita harus mengirim tenaga kerja kita ke luar negeri karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan untuk anak-anak negeri Indonesia,” tambah Sandi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *