oleh

Kajari Pantau Ketat Proyek Bangun Alun Kota Depok

Depok, TribunAsia.com – Kajari Kota Depok Sufari pastikan awasi ketat proyek pembanguan Alun Kota Depok di Jalan Kota Kembang, Kalimulya, Cilodong.

Dilaporkan Hendrik Raseukiy, Senin (18/3/2019). Sufari menyebutkan dari sisi penganggaran sudah dapat dipastikan tak ditemukan indikasi penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran lantaran sejak awal Kejari Kota Depok sudah menjadi bagian team apresialnya.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Bila dalam pelaksanaannya ditemukan penyelewengan maka tak segan kami tindak. Walauu

pun terlibat dalam team apresial Pemkot Depok namun bukan berarti Kejari membela segala-galanya.  Bila macam-macam Kejari langsung bertindak menangkap pelaku korupsi yang terlibat di proyek alun Kota Depok,” terang Sufari.

Pantauan, pembangunan Alun Kota Depok saat ini sedang digegas penyelesaiannya. Proyek Alun Kota Depok ‎yang menelan dana sekitar Rp 90 miliar ini bakal rampung keseluruhan pengerjaannya pada 2020 nanti.

Wali Kota Depok Muhammad Idris mengatakan, pembangunan tahap awal difokuskan pada penyediaan sarana prasarana olahraga bagi masyarakat.

Beberapa sarana olahraga yang dibangun adalah lapangan basket, futsal, area panjat tebing, sepeda BMX dan skate board. Dia menargetkan, tahap awal pembangunan itu rampung pada Desember 2019.

Tadinya, Idris menginginkan adanya pendirian bangunan untuk aula warga dan sentra-sentra usaha kecil menengah. Namun, rencana itu kandas karena adanya aturan RTH tersebut. Lahan alun-alun seluas 3,6 hektar tersebut juga memiliki sungai kecil yang membelah area proyek.

Terkait sinyalemen adanya penyimpangan dalam pengadaan lahan yang tak sesuai speksifikasi, Idris memastikan semua berjalan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

“Silakan diperiksa, kalau belum sesuai prosedur.  Dari mulai pembelian lahan, pembayaran, semuanya sudah termasuk pelelangan. Tapi perlu diingat, kejaksaan negeri juga adalah bagain team apresial hukum di proyek tersebut,” ucapnya.

Hingga 2019, besaran biaya pembangunan alun-alun yang dialokasikan Pemkot senilai Rp 90 juta. Pembangunan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, dana yang mengucur senilai Rp 32 miliar. Sisanya, Rp 58 milir mengucur pada tahap kedua.

Dilain pihak, dijelaskan Kajari Sufari, bila ada penyimpangan pada proyek ini ialah pada pelaksaann teknis.

“Kami (pejabat) kan bukan tukang. Jadi tidak masuk kepada hal teknis sebab kami bukan tukang bangunan,” tutupnya. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *