oleh

Walkot Depok Khawatir Sampah Plastik

Depok, TribunAsia.com – Wali Kota Depok Muhammad Idris kembali mengingatkan tentang bahayanya sampah plastik. Umumnya ialah dari pemakaian kantong plastik belanjaan.

Maka, Idris mengeluarkan instruksi pengurangan pakai kantong plastik di pasar.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Setelah membuat instruksi pembatasan pakai kantong plastik, maka sambil kita evaluasi kita akan bertahap transisi menjadi pelarangan penggunaan plastik di pasar modern dan pasar tradisional,” ujar Idris.

Dari pantauan sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cipayung saja 1.300 ton per hari didominasi oleh sampah plastik dari pelbagai produk. Padahal, sebut Idris untuk penguraian sampah plastik ini memerlukan rentan waktu 50 sampai 100 tahun. Maka, kedaruratan sampah nonorganik ini sudah sangat mengawatirkan.

Dilaporkan TribunAsia, Jumat (15/3/2019). Walkot Depok Muhammad Idris membuat intruksi kepada pengelola pasar dan pedagang di pasar modern dan tradisional untuk membatasi penggunaan kantong plastik.

Optimalisasi pengurangan sampah plastik dengan mengerahkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin). Saat sejumlah pedagang di sejumlah pasar yakni Musi, Cisalak, Sukatani, Agung, Tugu, dan Depok telah dilakukan sosialisasi tentang pembatasan penggunaan kantong plastik ini.

Berapa lama sampah nonorganic bisa dihancurkan oleh alam? mari amati yaitu plastik diperlukan waktu 50 – 100 tahun untuk terurai, puntung rokok 10 tahunk, Kaleng soft drink (alumunium) 80 – 100 tahun, kardus 5 bulan, kulit sepatu 25 – 40 tahun, kertas 2 – 5 bulan, baterai 100 tahuns, Sterofoam tidak dapat diurai, plastik kulit kemasan 40 – 80 tahun, dan kantung plastik (tas kresek) diperlukan waktu 10 hingga 20 tahun untuk hancur. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *