oleh

Pengacara Penggugat Jelaskan Perkara Perdata, Sri: Pernah di Gugat Tahun 2008 dan Signature Park Hanya Brand

Jakarta, TribunAsia.com – Pengacara Tergugat beri keterangan tentang perkara ahli waris yang digugat sebelumnya pada tahun 2008. Sri Puji Astuti SH menjelaskan, perkara tersebut pernah digugat dengan nomor perkara 77/Pdt G/2008/PN Jaktim namun sempat ditolak karena tidak dapat menunjukkan bukti girik asli nomor 303.

Perlu diketahui, ahli waris dalam perkara perdata ini tengah berlangsung di pengadilan atas nama Saleha Binti Rasa. Dalam sidang perdata beragenda kesimpulan sempat disebut-sebut objek perkara terdapat diatas tanah Apartemen Signature Park Grande, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Perkara ahli waris Saleha binti Rasa ini sudah pernah digugat pada tahun 2008 dalam perkara nomor 77/pdt G/2008/pn jkt ti’m.gugatan nya ditolak selurujnya krn tdk bisa menunjukan alas bukti girik asli girik no 303/ Cawang. Kecuali fotocopy diatas copy. Lalu tahun 2009 digugat lagi dalam perkara no 53/pdt.g/2009/pn jkt tim. Dan diputus N.O .krn nebis in idem. Lalu bqanding dalam perkara bqnding nomor 74 /pdt/pt dki. Pun dinyatakan N.O,” kata Sri, Jum’at (15/3/2019).

Kemudian, dia memaparkan kembali Salim Muhammad yang tidak lain adalah Kuasa Ahli waris berdasarkan akte notaris pada saat itu melakukan upaya-upaya perdamaian. Sri juga mengatakan, karena ketika perdamaian dikatakan tanah girik ahli waris tidak tercatat di kantor kelurahan.

Atas dasar itu, Pengacara Tergugat 50 menambahkan Salim Muhammad melaksanakan perdamaian pada tahun 2011 dan letak tanah tersebut bukan di Apartemen Signature Park Grande yang tengah dibangun.

“Salim Muhammad adalah kuasa ahli waris berdasarkan kuasa akte notaris lho ? Yang saat itu melakukan perdamaian krn menyadari tanah girik ahli waris tdk pernah ada tercatat di kelurahan dan letak nya bukan ditanah signature park bangun. Itu yang mendasari Salim Muhammad melakukan perdamaian tahun 2011 dalam akte nomor 21,” jelas Sri kepada TribunAsia.com dalam keterangan tertulis.

Menurut Sri Puji Astuti SH, dirinya saat ini selaku Kuasa Hukum Tergugat 50,T 52, T 55 dan T 56 merinci bangunan Apartemen Signature Park kata dia hanya sebatas nama Brand. Lebih lanjut, Sri mengurai pembangunan apartemen bekerja sama dengan PT Pusat Mode Indonesia akan tetapi, untuk pembebasan lahan dikerjakan PT Merthi Guna Persada.

“Dan signature park hanya nama brand. Pembangunan apartemen merupakan kerjasama KSO antara PT Pusat Mode Indonesia ( tergugat 52) dengan pihak lain. Pembebasan lahan awal dilakukan oleh PT Merthi Guna Persada (ny.Maryam) tergugat 50,” tambah dia lagi.

Disamping itu dia berpendapat, mulai dari pembangunan maupun pembebasan lahan selanjutnya diakuisisi PT Pusat Mode Indonesia bagian dari anak perusahaan dari PT Pelaksana Jaya Mulia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *