oleh

Bertarung Sebagai Calon DPD NTB Mewakili Kaum Perempuan, Rima Nopiyanti Raih Banyak Dukungan

Lombok, TribunAsia.com – Adalah Rima Nopiyanti yang didaulat dengan no urut 42 sebagai Calon DPD Wilayah NTB. Dirinya memberanikan diri maju setelah terlebih dahulu mendapat restu suami tercinta Selamat Jalaludin yang saat ini menjadi dosen IPDN NTB, dan pernah menduduki berbagai jabatan penting di provinsi NTB.

Rima Nopiyanti adalah sosok anak bangsa yang berkeinginan berhidmat dan berkarya untuk negeri. Memajukan daerahnya dengan karya nyata, ikut serta terlibat aktif dalam pemberdayaan dan pembangunan, atas tekadnya tersebut perempuan tangguh ini meraih banyak dukungan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Majunya Rima Nopiyanti merupakan momen bersejarah untuk masyarakat NTB khususnya Lombok, betapa tidak Rima Nopiyanti merupakan perempuan muda milenial berbakat dan visioner.

“Sejarah pengorbanan Putri Nyale telah menginspirasi Rima Nofiyanti untuk maju dalam budaya perempuan sasak yang masih dianggap atau kurang mendapatkan peranan yang setara dengan kaum pria. Budaya ini menjadikan perempuan sasak tertinggal jauh dan masih dianggap obyek penderita” Jelas Samiyanto, tokoh pemuda NTB, Jumat (15/3).

“Pandangan atau budaya perempuan cukup di dapur atau di rumah saja. Ini harus kita rubah, sebab wanita dan pria sama – sama punya hak yang sama. Untuk berkarya membangun negeri dan meraih cita-cita setinggi langit sekalipun. Asalkan ,wanita harus patuh dan tunduk sama kodrat kewanitaannya, yaitu melahirkan” sambungnya.

Sementara itu Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin Riam, berpandangan majunya Rima Nofiyanti perlu disambut baik masyarakat NTB.

“Sebaiknya disambut baik, terlebih ia merupakan perwakilan perempuan yang punya visi dan gagasan untuk kemajuan daerah” pungkasnya.

Ketua tim relawan Rima Nofiyanti, Jamuhur Kerajaan Lauk Masjid, mengurai makna baju adat sasak yang dikenakan Rima Nofiyanti dalam fotonya di kertas sosialisasi.

“Salam lambung hitam nomor 42 wakil DPD NTB, baju adat tradisi Sasaq  mengingatkan ajaran leluhur untuk selalu rendah hati saling menyayangi menghormati sesama. Mengingatkan jati diri manusia yang selalu penuh salah dan khilaf” urainya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *