oleh

Ungkap Kebanaran, Saksi Ahli ke PN Jaktim Perkara Pemalsuan Akta Otentik

Jakarta, TribunAsia.com – Kedatangan Saksi Ahli (a de charge) dalam perkara pemalsuan surat keterangan akta otentik dengan Terdakwa Tomy menguraikan tentang tanda tangan. Adrin Situmeang mengatakan, kehadiran dia di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) bertujuan mencari kebenaran dan keterangan Saksi Ahli itu meyebutkan tanda tangan dalam akte bukan dilakukan oleh Tomy.

“Tujuan saya sih supaya kebenaran itu bisa terungkap asal muasal kenapa notaris itu mau menggunakan akte. Padahal tanda tangan itu bukan dia seperti pemalsuan tanda tangan itu harus diungkap sebenarnya,” kata Adrin kepada TribunAsia.com, Senin (11/3/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kemudian, didalam persidangan kata Saksi Ahli tanda tangan Terdakwa Tomy di Akta berbeda dengan tanda tangan yang terdapat di kartu tanda penduduk (KTP). Selain itu, Ahli menyatakan akta kerap ditemukan di negara ini dan beredar namun diragukan tentang keasliannya.

Sebelumnya, kata Adrin bukti tanda tangan tersebut dinilai bukan dilakukan oleh Terdakwa Tomy. Tetapi, menurut Saksi Ahli diduga ada aktor dibelakang kasus tersebut yang melakukan tanda tangan fiktif dan tanda tangan yang diutarakan dia melalui informasi dari notaris bukan milik Terdakwa.

“Negara ini-kan akte bisa di palsu-palsukan. Saya sampaikan juga tadi saudara Tomy tidak menandatangani akta itu di akte dan KTP beda tanda tangannya. Saya tanya ke notaris ini tanda tangan Tomy, saya tanya katanya notaris bukan saudara Tomy jadi ada aktor di belakangnya itu,” imbuhnya.

Namun demikian, Saksi Ahli menyarankan untuk mengungkap perkara pemalsuan itu, lebih bagus dicek melalui laboratorium forensik agar diperoleh kebenarannya.

“Bagus itu kalau di laboratorium forensik harus dilakukan untuk mengungkap kebenaran itu harus dilakukan harus diungkap,” tandas Andrin Situmeang.

Sementara, Sinurat-Simaremare & Partner menjelaskan, kehadiran Saksi Ahli dinilai berkualitas dari rentetan keterangan yang diberikan sesuai dengan profesi dan tidak meragukan dari segi intelektualnya.

“Tadi kesaksian cukup baik cukup lancar ini saksi yang dihadirkan saksi yang berkualitas dia punya profesi bagus intelektual bagus,” ujar Sinurat.

Tim Kuasa Hukum Tomy pun menambahkan, kliennya telah mengatakan bahwa perihal pemalsuan tandatangan dan tidak pernah merubah akte. Atas kejujuran tersebut, kata dia setidaknya jadi bahan pertimbangan Majelis Hakim PN Jaktim.

“Kejujuran bagus perlu dipertimbangkan kebenarannya-lah. Yang bersangkutan sudah mengatakan bahwa dia tidak melakukan.  tugas pengadilan-lah. Yang bersangkutan di dalam persidangan sudah menjelaskan bahwa Tomy tidak pernah melakukan perubahan akte,” beber dia.

Terlebih, dia mengharapkan pengadilan dapat mengungkap perkara tersebut yang melibatkan Tomy. Karena diuraikan dia, Saksi datang ke notaris dan menjelaskan Tomy tidak pernah menghadap terkait tanda tangan pada akta yang bermasalah. Perlu diketahui, lima Perusahaan yang diduga dialihkan melalui akta tersebut diantara PT Pertambangan Bumi Indonesia, PT Citra Bumi Minerindo, PT Eka Bumi Indonesia, PT Bumi Sulawesi Persada Mining dan PT Bumi Minerindo Ekatama. Dalam keterangan singkat kronologis perkara, Hon Khong telah melepaskan sahamnya pada 5 Perusahaan tersebut kepada Mr Chen Kai ic, PT Global Universe Enterprise Ltd sebanyak 80 persen saham.

“Itu ada Mister X tugas pengadilan-lah yang menggali permasalahan ini. Menggali persidangan ini. Saksi datang ke tempat notaris bersama terdakwa notaris bilang memang tidak pernah menghadap Tomy,” sebut Sinurat.

Lanjut dia, perkara yang berujung ke meja hijau itu terjadi pada pertengahan tahun 2012 dan dipaparkan notaris dalam hal ini bersikap diam seribu bahasa. Yang lebih menarik, kata Sinurat permasalahan itu akan diketahui jika memasuki alam baka karena notaris diam seribu bahasa atas tanda tangan di akta bermasalah itu.

“Kenapa bisa terjadi begini notaris diam seribu bahasa, dipertunjukkan apa ini tanda tangan ini tidak diam seribu bahasa yang tahu itu ada di notaris ya yang tahu notarislah. Yang tahu itu ada di notaris dia yang tahu notaris, mungkin kali nanti dibawa ke alam baka kali tahu,” terang kuasa hukum. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *