oleh

Jaga Kerempugan Walau Berbeda Pilihan

Jakarta, TribunAsia.com – Irfani Rachman ketum Tim relawan nasional GN Militan Prabowo Sandi (GNMPS) yang juga sebagai salah satu ketua di ormas Betawi FBR (GARDA FBR DKI) mensikapi tentang beredarnya isu dukungan FBR kepada pasangan 01 secara proporsional. Irfan menilai perbedaan dukungan di antara anggota FBR itu adalah hal yang wajar dalam alam demokrasi.

FBR adalah rumah besar bagi anggota FBR yang memiliki ideologi kerempugan atau kekeluargaan, yang nama nya keluarga ada ayah ada ibu dan ada anak-anaknya, dimana anak-anaknya juga memiliki harapan dan cita-cita yang berbeda, ada yang mau jadi presiden ada yang mau jadi dokter ada yang mau jadi pengusaha dan lain-lain, tinggal bagaimana para orang tua mengarahkan kecendrungan anak-anaknyanya. Untuk itu Irfan menghimbau kepada seluruh anggota FBR terutama para pimpinan FBR mensikapi ini dengan kebijaksanaan. Jangan sampai perhelatan 5 tahunan ini merusak kerempugan kita sesama keluarga besar FBR.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Sejauh ini Irfan juga belum mendengar secara resmi dukungan dari pimpinan pusat FBR kepada 01, yang dia tau hanya beberapa anggota atau pimpinan wilayah yang sudah menyatakan dukungan tersebut. Tetapi sejauh pantauan Irfan di lapangan juga banyak anggota FBR yang sikap nya jelas mendukung 02, menurut Irfan hal ini wajar dalam alam demokrasi.

Irfan juga mengetahui FBR SBG rumah besar memiliki kader yang berafiliasi di berbagai partai politik dan itu sudah lama terjadi, ada yang sebagai kader PAN, ada yang sebagai kader PKS bahkan ada yang sebagai kader PDIP tetapi kita tetap rukun dan kompak dalam kerempugan rumah besar FBR. Berbeda hal jika ada anggota berbeda pilihan dan dukungan terus main bekukan main pecat dan lain-lain, hal ini akan berakibat hilangnya marwah kerempugan di dalam tubuh FBR. Untuk itu Irfan sebagai anggota FBR hingga detik ini menghimbau kepada abang-abang semua untuk tetap menjaga kerempugan dan kekeluargaan sesama keluarga besar FBR jangan sampai pesta demokrasi 5 tahunan sekali merusak ideologi kerempugan kita, pilpres terjadi 5 tahunan sekali dan FBR terus ada selama nya TDK hanya 5 tahunan, masa setiap 5 tahunan ada anggota yang di pecat dan di bekukan? Sedangkan FBR terus ada selama lama nya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *