oleh

BPK Periksa Keuangan Kejari Kota Depok

Depok, TribunAsia.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok soal keuangan dan barang bukti kendaran mewah kasus Pandawa dan First Travel yang masih di kejari usai keputusan hukum dari Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok.

Dilaporkan TribunAsia, Senin (11/3/2019). Kajari Sufari mengatakan pemeriksaan ini ialah agenda rutin BPK kepada Kejari Kota Depok dan institusi mana pun tentang pertanggungjawaban anggarannya.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Disebutkannya, ditahun 2018 saja, Kejari Kota Depok hanya mendapatkan anggaran Rp10,4 miliar untuk belanja pegawai rutin dan pelakasaan sidang.

Diketahui, saat ini kejari sedang menguasai miliaran nilai rupiah aset kasus penipuan besar yaitu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa dan Agent Travel Jamaah Umrah PT First Travel yang disita oleh negara dengan putusan tetap dar PN Kota Depok.

“Kita sedikit saja mendapatkan anggaran ditahun 2018 ada Rp10,4 miliar. Semua aset yang dikelolah kejaksaan jug diperiksa. Termasuk yang dari kasus Pandawa dan First Travel,” ujar Sufari.

Sekarang, sekelompok mantan nasabah travel umrah First Tranvel kembali berperkara meminta PN Kota Depok untuk mengembalikan aset barang bukti kasus ini dikembalikan kepada jamaah untuk dana pemberangkatan umrah.

Diakui Sufari, dalam tuntutannya, jaksa menuntut barang dari sitaan First Travel dikembalikan kepada calon jamaah umrah namun putusan PN bahwa diserahkan kepada negara.

“Tuntutan kami diserahkan kepada calon jamaah umrah itu tapi, putusan pengadilan disita negara. Kamu sesuai dengan inginnya jamaah itu. Ya, begitu. Jadi tuntutan kami sesuai dengan keinginan jamaah,” ujar Sufari.

Diketahui, masalah aset yang banyak berupa barang mewah barang lahan adalah menjadi sitaan yang capai puluhan miliaran rupiah dari kasus penipuan oleh pemimpin dua badan usaha jasa Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Grup dan Travel Umrah PT First Travel.

Pantauan, barang siataan berupa sepeda motor dan mobil mewah tampak terbengkalai di halaman Kejari Depok, dipenuhi debu dan disiram hujan dan terik matahari. Sejumlah kendaraan ini malah ada yg sudah berakarat dan rusak di sebagian bagaiannya. Belum ada informasi barang sitaan ini akan diapakan. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *