oleh

Narapidana Hafal Al-Qur’an, Kasipidum Jaktim: Setelah Jalanin Hukuman Kembali ke Masyarakat Berguna

Jakarta, TribunAsia.com – Narapidana yang tengah menjalani hukuman diharapkan mampu menghafal ayat suci Al-Qur’an. Hal itu disampaikan, Achmad Muchlis, SH MH yang saat ini menjabat Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kasipidum Jaktim) agar menjadi muslim yang berguna di Masjid Nurul Iman di Rumah Tahanan Kelas 1 Cipinang Jakarta Timur.

“Bagi yang menjalani hukuman yang lebih lama akan kembali ke jalan Allah. Diharapkan bisa menghafal 30 Zus setelah menjalani hukuman sehingga kembali ke masyarakat benar-benar berguna bagi agama, keluarga dan masyarakat,” ujar Achmad Muchlis, Sabtu (9/3/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kunjungan pria berkopiah ke Rutan Cipinang tak hanya memberikan kitab suci umat Islam, namun juga memberikan siraman rohani kepada warga binaan. Bersama Kepala Rutan dan jajarannya, mereka memantau aktifitas kegiatan keagamaan untuk memperdalam keimanan saat menjalani proses hukuman yang berkekuatan tetap di pengadilan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Achmad Muchlis (kedua dari kiri).

“Juga menegaskan akan selalu memantau kegiatan para penghafal Al-Qur’an di rutan Cipinang melalui Karutan dan jajarannya,” kata Muchlis kepada TribunAsia.com.

Terlebih, Kasipidum Jaktim mengutarakan lagi disela-sela pembagian kita suci secara cuma-cuma bagi yang menjalankan hukuman di Rutan Cipinang supaya meluangkan waktu untuk menghafal Al-Qur’an dan jika bebas nanti ilmu agama yang diperdalam dapat bermanfaat di masyarakat.

“Kembali ke masyarakat benar-benar menjadi muslim yang berguna bagi agama baik keluarga dan masyarakat,” harap dia lagi. Bagi yang menjalani hukuman yang lebih lama akan kembali ke jalan Allah dan diharapkan bisa menghafal 30 Zus,” kata dia.

Ia berpendapat, menjalani hukuman tak ubahnya seperti mengikuti pendidikan dalam pesantren. Maka, Achmad Muchlis berpesan usai melaksanakan shalat lima waktu untuk memperlancar membaca Al-Qur’an sesuai dengan tartil.

“Cara membaca Al-Qur’an sehabis shalat lima waktu dan Zusama. Setelah lancar atau rutin maka diharapkan bagi para napi mendapatkan bimbingan secara tartil (bacaan yang baik),” jelas Muchlis selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Disamping itu, dalam tausiahnya Muchlis menyampaikan kembali bagi para narapidana yang telah hafal Al-Qur’an hingga menguasai tartil. Dia pun berjanji akan membimbing para narapidana untuk membaca kitab suci dan memperdalam ilmu rohani selama menjalani hukuman dirumah tahanan negara. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *