oleh

Kasudinhub Jaktim Sampaikan Permohonan Maaf Atas Larangan Wartawan Meliput Operasi Lintas Jaya 2019

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur (Kasudinhub Jaktim), Sholeh menyampaikan permohonan maaf atas kejadian larangan peliputan Operasi Lintas Jaya 2019 dibilangan Jatinegara Kaum Pulo Gadung Jakarta.

Kata Sholeh, bila dalam menjalankan tugas peliputan pewarta tidak berkenan dengan sikap pelayanan anggota Dinas Perhubungan yang diterima di lapangan, tentunya dia menuturkan kata maaf kepada wartawan yang terjadi kemarin (6/3) dan berselisih pendapat ketika mengambil objek foto ketika operasi berlangsung.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Nanti nantilah saya konfirmasi kembali. Kalau memang itu tidak membuat nyaman, saya mohon maaf anak buah saya di lapangan tidak bisa memberikan pelayanan yang kurang bagus,” ujar Kasudinhub Jaktim, Kamis, (7/3/2019).

Dia berjanji, setelah terjadi penolakan atas pengambilan gambar yang dilakukan anak buahnya terhadap pewarta, ditegaskan kembali oleh Kasudinhub Jaktim untuk kedepannya pihaknya akan mengambil sikap dan memberikan pandangan sesuai dengan fungsinya dibawah kendali dirinya.

“Nanti saya fungsikan kembali anggota saya. Saya dalam setiap pertemuan sudah sering saya sampaikan mungkin mereka agak ini aja,” kata Sholeh kepada TribunAsia.com.

Namun, Kepala Bagian Operasional Sudinhub Jaktim (Kabagops Jaktim) akan menindak tegas oknum-oknum anak buahnya yang tengah melarang wartawan meliput. Menurut Slamet Dahlan, bila diketemukan pelanggaran pada anggota Dinas Perhubungan saat itu, dia akan menindak serta memutasikan oknum tersebut.

“Itu salah paham Mas itu anggota, mohon maaf kan kadang-kadang anggota capek di lapangan kadang-kadang panik kadang-kadang apa segala macam dikira. Kalau saya seneng dimuat seperti itu dibuat dimuat baik bagi saya itu pers itu mitra saya Mas. Namanya siapa sih yang galak gitu nanti saya pindahin deh namanya siapa. Itu namanya siapa nanti kita ke kantor boleh, namanya siapa nanti kita ngobrol dikantor,” jelas Dahlan.

Kabagops Sudinhub Jaktim pun menambahkan, untuk awak media seharusnya posisinya sebagai mitra justru kejadian pelarangan pengambilan gambar menimbulkan keributan menjadi tontonan gratis pengguna jalan. Dahlan tak lupa menyampaikan permohonan maaf atas kejadian peliputan ketika Operasi Lintas Jaya digelar dan tak henti-hentinya bersikap tegas kepada bawahannya dalam menjalankan tugas.

“Kadang-kadang itu, yang sering saya maki-maki itu Mas kadang-kadang anak-anak itu ampun. Padahal kan baik pasti mau beritakan baik. Kadang-kadang anak-anak itu goblok kadang-kadang yang jadi teman itu pada ribut kalau salah saya mohon maaf dibikin baik saja,” terangnya.

Terlebih, dia meminta nama-nama pelaku yang bertutur kata kurang sopan dan melarang aktifitas peliputan kepada wartawan hingga terjadi cekcok mulut dimuka umum. Kata Dahlan dengan tegas, bila mana diketemukan oknum tersebut pindah tempat tugas menanti mereka.

“Nanti saya pindahin deh namanya siapa. Namanya siapa. Ini kan tahun-tahun politik ciptakanlah kondisi amanlah,” beber Ka Ops Sudinhub Jaktim. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *