oleh

KTA Wartawan Saat Liputan Operasi Lintas Jaya Disita, Setelah Wawancara Danru Sudinhub Jaktim KTA Dikembalikan

Jakarta, TribunAsia.com – Kartu Tanda Anggota (KTA) Wartawan disita saat meliput Operasi Lintas Jaya 2019 oleh petugas Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) dibilangan Pulo Gadung Jakarta Timur, Komandan regu dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur (Danru Sudinhub Jaktim) mengatakan, awak media harus meminta izin terlebih dahulu kepada petugas.

Perlu diketahui, kejadian penyitaan KTA wartawan karena petugas gabungan enggan diambil gambar oleh pewarta dan meminta hasil rekaman peliputan saat operasi digelar dihapus. Namun, wartawan yang menjadi korban penyitaan ID Card oleh petugas POM AU bersi kukuh mempertahankan untuk tidak dihapus karena bagian dari tugas jurnalistik untuk kepentingan berita.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dwi H selaku Komandan regu Sudinhub Jaktim menjelaskan, ketika peliputan yang dilakukan oleh wartawan harus meminta izin kepadanya. Sebelumnya, wartawan yang telah disita kartu pengenalnya tersebut telah meminta izin tetapi personil dinas perhubungan permasalahan tentang pengambilan gambar saat operasi berlangsung.

“Harusnya izin dulu dong temui saya, izin Pak kita mau ngambil gambar, dari mana begitu,” kata Danru kepada TribunAsia.com, Rabu (6/3/2019).

Lebih lanjut, seorang diri ketika bertugas dalam menghimpun sumber informasi untuk kepentingan pemberitaan dia pun turut mempertanyakan terkait penyitaan KTA oleh petugas. Dalam Operasi Lintas Jaya 2019 petugas gabungan diterjunkan dan menghentikan kendaraan yang dinilai tidak memenuhi aturan berlalu lintas.

“Disini (gelar operasi) boleh berhak mengambil dan memfoto ID card wartawan Pak ?,” tanya wartawan lagi kepada personil perhubungan.

Namun, Dwi memperolehkan penyitaan KTA yang dilakukan petugas yang tergabung dalam operasi tersebut dan hal tersebut dilakukan untuk mengetahui identitas wartawan. Ia juga berpendapat kembali, sebelum melakukan tugas jurnalistik harus meminta izin dan bertanya kepada dirinya.

“Boleh aja, biar tahu kita identitasnya begitu. Dilihat boleh untuk mengetahui, harusnya sampeyan nanya dulu Pak Izin Pak saya mau ngambil gambar,” ucanya.

“Artinya setiap ada agenda liputan seperti ini diambil di dekatnya dan difoto ?,” tanya wartawan.

Kembali dijelaskan kepada Dwi, perihal tentang izin sudah disampaikan sebelumnya kepada personil yang berada dilokasi. Namun, adu pendapat tak terhindarkan ketika operasi berlangsung hingga penyitaan KTA terjadi dan jadi tontonan pengguna jalan yang sedang melintas.

“Hari ini saya sudah izin Pak dari pihak Bapak reaksional langsung marah ? Mana itunya mana sprintnya sepertinya begitu ya pak,” jelas pewarta.

Sebelum mengakhiri wawancara, Komandan regu Sudinhub Jaktim, melanjutkan untuk tugas peliputan diharapkan menghampiri dia. Kata Dwi, operasi yang digelar di depan kantor Antam menuju Kawasan Industri Pulo Gadung akan menindak pelanggar aturan lalu dan kemudian melakukan penyetopan operasi bagi kendaraan umum.

“Ngomong dulu kepada saya, saya sebagai Danru. Kalau kedapatan kita akan stop operasi. Dia Mengurus surat-suratnya,” tutup anggota perhubungan DKI Jakarta.

Setelah melakukan wawancara terhadap Komandan regu Sudinhub Jaktim, KTA wartawan yang tengah meliput Operasi Lintas Jaya 2019 itu kemudian diberikan kembali oleh anggota POM AU. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *