oleh

Kafir

TribunAsia.com

Oleh : Zulfikar

Iklan 52 Khutbah Jum'at

​Sebuah kata yang diciptakan oleh Yang Maha Lembut dan Penyayang untuk memanggil mereka yang belum beriman kepada-Nya.

Sebuah kata yang belakangan ini sering disalah mengerti. *Namun, jika dipahami lebih dalam, kata ini merupakan manifestasi dari Ar Rahman dan Al Latif.

Kafir berasal dari kata Kafara yang berarti tertutup Sesuatu yang tertutup bisa dibuka.

Kata ini sesungguhnya merupakan teguran bagi orang yang ber-Iman agar tidak melihat rendah mereka yang belum seiman (sebab hanya Allah yang bisa membuka dan menutup hati) dan berjuang untuk membuka mata hati mereka.

Jangan panggil Kafir, non-Muslim saja  ucap kebanyakan orang akhir-akhir ini.

Eits, sebentar. Kata ini sebenarnya jauh dari kesantunan dan kasih sayang. *”Muslim” berasal dari kata “Islam” yang juga berasal dari kata “Salam”

“Salam” bisa diartikan “damai” atau “selamat”

Jadi, non-Muslim” berarti “orang yang tidak damai” atau “tidak selamat.”

Dan sepertinya memanggil sekelompok orang sebagai mereka yang tertutup jauh lebih santun daripada mereka yang tidak damai atau tidak selamat.

Jadi… sesungguhnya memanggil mereka yg belum beragama Islam dengan sebutan KAFIR, jauh lebih santun dan terhormat (krn bisa jadi mereka suatu saat akan menjadi Muslim/ selamat)_,  dari pada sebutan NON MUSLIM (pasti tidak selamat/ celaka).

Ah, kita manusia memang hanya bisa sombong, merasa tahu segalanya karena agama Islam dan Al Qur’an juga para Nabi dan Rasulullah selalu dijaga Allah Subhanna Wa Taala.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *