oleh

Volunteer Perkirakan Jumlah Pendaki Gunung Guntur Garut Akhir Pekan Capai 500 Lebih

Garut, TribunAsia.com – Volunteer Gunung Guntur Kabupaten Garut Jawa Barat, perkirakan jumlah pendaki pada akhir pekan mencapai 500 lebih yang datang membuka tenda dilokasi tersebut. Ronny Iskandar menjelaskan, pengunjung dipungut biaya saat memasuki area Gunung Guntur oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam.

“Yang datang hari ini paling kalau tidak salah 500 orang lebih, soalnya kalau hari Sabtu malam Minggu bisa sampai 500 orang lebih dipungut oleh BKSDA. Biasanya 800 atau 1000 lebih kedatangan pengunjung pada saat weekend,” kata Ronny Iskandar yang akrab disapa Odet dikalangan pendaki, (2/3/2019).

banner 336x280

Terlebih dia menjelaskan, pada awal tahun 2014 sebelum dikelola BKSDA dirinya selaku Volunteer telah menempati lokasi Gunung Guntur meski tak seramai sekarang. Kita kata Odet, dia bersama rekan-rekan Volunteer mengais rezeki didalam kawasan Gunung Guntur dengan mendirikan usaha pusat penjualan souvenir khusus kelengkapan pendaki gunung.

Penjual pernak-pernik di area Gunung Guntur.

“Volunteer di sini mengandalkan suvenir untuk mendapatkan penghasilan jadi sehari hari ini ngandelin untuk makan dan rokok di sini. Souvenir yang menarik kalau di sini seperti gantungan kunci, Banyaklah seperti gelang, gantungan kunci kalung stiker emblem, gelang daun yang terbuat dari dari kayu Cantigi, awalnya itu (terjual) dari Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray itu sekarang sudah menyebar,” jelas dia yang tengah melakukan transaksi penjualan souvenir kepada TribunAsia.com.

Menurut dia, pada hari-hari biasa pengunjung didominasi kalangan pelajar dengan dibandrol tiket masuk senilai Rp.2,500,-. Selain itu, Mang Odet yang kerap dipanggil akrab oleh kalangan pencinta alam menyampaikan, pendaki yang memasuki area Gunung Guntur diperkirakan paling banyak warga Jabodetabek dan sebelum memasuki Pos terakhir pengunjung melaporkan identitas diri.

“Jabotabek (pengunjung). Tapi biasanya kalau sore kebanyakan anak sekolah kalau pulang sekolah langsung naik orang-orang dekat,” tandas dia lagi.

Namun, dia menceritakan kembali bisnis souvenir yang terjual dan konsumennya kalangan pendaki dinilai cukup lumayan untuk pemasukan sehari-hari. Disamping itu, Volunteer lainnya juga mendirikan fasilitas toilet umum dengan tarif sukarela dipetik dari pendaki.

“Kalau bikin-kan lumayan untuk mata pencaharian mereka yang tadinya sebagai penambang pasir. Saya termasuk pendiri-lah (volunteer) dulu kan cuma dua atau tiga orang ini waktu itu masih sepi ini . Saya tidak masuk komunitas tapi saya freelance aja dulu suka masih naik gunung,” ujarnya.

Volunteer yang menetap di Gunung Guntur diperkirakan memiliki 15 orang anggota yang tercatat. Pada kesempatan akhir pekan ini, menurut dia yang hadir untuk melayani pengunjung diperkirakan mencapai 7 orang dan selebihnya memiliki kesibukan tersendiri.

“Kalau yang ada sih cuma 15, tapi ini yang ada cuma 7 orang. Sebagian lagi masih ada yang masih kerja dan ada kesibukan lainnya . Kesibukan masing-masing-lah jadi nggak bisa ngumpul seperti itu,” singkatnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *