oleh

Keutamaan Sedekah

TribunAsia.com

Shahih Muslim Mukhtasar, 10 – Buku Zakat.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Hindarkan Dirimu dari Api Neraka Walau dengan Sebutir Kurma

عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّارَ فَأَعْرَضَ وَأَشَاحَ ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ كَأَنَّمَا يَنْظُرُ إِلَيْهَا ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Dari ‘Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyebutkan api neraka, kemudian beliau berpaling dan bersabda, ‘Hindarilah api neraka’ Kemudian beliau berpaling lagi, sehingga kami mengira bahwa beliau seolah-olah melihat api neraka itu. Lalu beliau bersabda lagi, ‘Hindarilah api neraka itu meskipun dengan menyedekahkan sebutir kurma. Barangsiapa tidak bisa (bersedekah) dengan itu, maka dengan perkataan yang baik.”” {Muslim 3/86}

 

Anjuran Menyedekahkan Unta Dewasa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يَبْلُغُ بِهِ أَلَا رَجُلٌ يَمْنَحُ أَهْلَ بَيْتٍ نَاقَةً تَغْدُو بِعُسٍّ وَتَرُوحُ بِعُسٍّ إِنَّ أَجْرَهَا لَعَظِيمٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketahuilah, bahwa orang yang memberikan unta kepada satu keluarga yang bisa diperah susunya pada waktu pagi dan sore, maka pahalanya sungguh amat besar.” {Muslim 3/88}

 

Keutamaan Bersedekah secara Sembunyi-sembunyi

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘ Tujuh golongan yang dinaungi Allah pada hari yang tidak ada naungan lagi selain naungan-Nya; imam yang adil, pemuda yang selalu beribadah pada Allah, orang yang hatinya selalu dekat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah berjumpa dan berpisah karena-Nya, dan orang yang digoda oleh wanita yang memiliki pangkat dan kecantikan lalu ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah, ” orang yang bersedekah lalu menutupinya, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kanannya, dan orang yang selalu berdzikir pada Allah sampai bercucuran air mata.’”‘ {Muslim 3/93}

 

Keutamaan Sedekah Pada Waktu Sehat dan Kikir

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ فَقَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلَ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا أَلَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang lelaki mendatangi Rasulullah, dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah apakah sedekah yang paling baik?’ Beliau menjawab, ‘Kamu bersedekah ketika kamu sehat lagi kikir, kamu takut menjadi miskin dan ingin kaya. Janganlah kamu menunda-nunda sedekah hingga ajalmu telah sampai di tenggorokan, sehingga saat itu kamu akan berkata, “Berikanlah kepada si fulan begini dan kepada si fulan begitu, ” dan ingatlah sedangkan hartanya ketika itu memang untuk si fulan.’” {Muslim 3/93}

 

Zakat dari Usaha yang Baik Akan Diterima dan Dirawat Allah SWT

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَتَصَدَّقُ أَحَدٌ بِتَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ إِلَّا أَخَذَهَا اللَّهُ بِيَمِينِهِ فَيُرَبِّيهَا كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ قَلُوصَهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ أَوْ أَعْظَمَ

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Tidaklah seseorang yang bershadaqah dengan kurma dari usaha yang halal, niscaya Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya dan merawatnya seperti salah seorang dari kalian merawat anak kambing atau anak untanya, sehingga menjadi seperti gunung atau lebih besar’ {Muslim 3/85}

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ وَقَالَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali sesuatu yang baik, dan Allah memerintahkan kaum mukminin seperti yang telah diperintahkan kepada para utusan-Nya, lalu Allah berfirman, {Wahai Rasul-rasul sekalian makanlah segala yang baik dan beramal shalihlah, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian lakukan). Allah juga berfirman, (Wahai orang-orang yang beriman makanlah apa-apa yang telah kami berikan pada kalian dari makanan yang baik-baik). Kemudian menyebutkan seorang musafir yang rambutnya acak-acakan mengangkat tangannya ke langit dan berdoa, ‘Wahai tuhanku, wahai tuhanku,” sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan sumber makanannya haram, bagaimana mungkin doanya dikabulkan. {Muslim 3/85-86}

 

Larangan Mencela Sedekah yang Sedikit

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لَا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai wanita-wanita muslimah, janganlah tetangga menghina tetangga lainnya walaupun hanya memberikan tulang kaki kambing saja.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *