oleh

Bank Indonesia DKI Jakarta : Saya Optimis Pulau Seribu Akan Maju

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Kantor Cabang Bank Indonesia (Ka Kancab BI) DKI Jakarta menilai optimis untuk memasarkan Pulau Seribu dalam destinasi wisata. Kata Trisno Nugroho, tidak perlu harus sempurna untuk memasarkan pariwisata di ujung DKI Jakarta.

Menurut dia, saat ini pergerakan dunia pariwisata melalui Jakarta Tourism Forum diakui telah terbangun. Dengan langkah bersama pemangku kepentingan, pihaknya tengah berupaya mencari solusi dalam menciptakan nilai ekonomi.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Saya optimis Pulau Seribu itu akan maju dan menyelesaikan hambatan-hambatan . Kita nggak usah sempurna untuk memasarkan sekarang ini sudah cukup bagus,” jelas Trisno kepada TribunAsia.com di Pulau Bidadari, Kamis (28/2/2019).

Lalu, dia pun menambahkan ketika masyarakat hendak bertanya, maka kata Trisno akan dijelaskan dengan gamblang sebab Jakarta Tourism Forum (JTF) telah mengupas tuntas dan fokus kedalam domain pariwisata. Bahkan, dari rentetan-rentetan yang telah dipaparkan oleh dinas-dinas yang berkompeten setidaknya masyarakat dapat mengetahui arah kedepan baik lokasi tempat wisata maupun peluang potensi usaha.

“Kita bekerjasama sama sekarang. Kalau kita di bidang pariwisata ada orang mau bertanya-tanya, disini lho (JTF). Jadi orang tidak salah tanya dengan tupoksi masing-masing bisa berkoordinasi jadi tepat sekali itu sinergi,” ungkap pria berkacamata.

Terlebih, dia mengklaim sebanyak 15 kepala dinas telah menyambangi JTF, bertujuan untuk mengurai permasalahan tentang pariwisata di Jakarta. Saat ini, kata Trisno melalui pertemuan khusus yang sudah dibentuk setidaknya dapat lebih mudah mensinergikan keberbagai bidang dan mampu menghasilkan pendapatan daerah.

“Karena banyak banget lembaga-lembaga dinas-dinas terkait, tadi Pak Salman mengatakan 15 dinas datang ke sini. Mereka mengapresiasi Lembaga ini mengatakan bagus JTF sebagai fasilitator motivator atau wadah untuk berkoordinasi. BI (Bank Indonesia) merasa berkontribusi,” tandasnya.

Untuk itu, Ka Kancab BI DKI Jakarta dengan stakeholder lainnya mengajak bersama-sama dalam menciptakan devisa negara dan menggenjot pendapatan disektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari dampak pengunjung wisatawan nusantara ataupun mancanegara.

“Apakah pariwisata untuk mendatangkan devisa ?. Harus digenjot lebih tinggi itu kalau kalau ditanya-tsnya ngapain terkait pariwisata. Nanti pendapatannya Pemprov DKI dan masyarakat naik dan ekonomi meninggi tumbuh ekonominya semua bahagia,” sambungnya.

Kendati demikian diuraikan kembali, efek positif yang dihasilkan dari industri pariwisata semua kepentingan dapat menikmati langsung tidak hanya UMKM namun demikian sektor transportasi dan masyarakat luas dapat merasakan hal serupa.

“Karena UMKM terlibat banyak sekali multi efek dari UMKM dari toko sovenir dari dampak transportasi semua ikut di sini kalau ini berkembang semua dapat menikmati,” terang Trisno lagi.

Adji Srihandoyo selaku Dewan Pembina JTF menyampaikan, melalui forum sederhana yang telah berjalan selama dua belas kali pertemuan sangat diapresiasi. Karena atas sinergitas yang telah terbangun dari berbagai instansi dan latar belakang yang berbeda berhasil menciptakan ekonomi khususnya masyarakat luas.

“Dengan terintegrasi setidaknya mampu menciptakan peluang pemasukan (income) bagi masyarakat melalui pariwisata. Kita sangat mengapresiasi dan telah terjalin hubungan baik kepada teman-teman dinas terkait, pelaku usaha ataupun pemerintah setempat,” singkat Adji.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kepulauan Seribu Cucu Achmad Kurnia mengatakan, akan terus melakukan upaya-upaya melalui ivent-ivent untuk mendatangkan calon calon wisatawan dan akan memprioritaskan armada transportasi menuju objek wisata yang menawarkan keindahan di Kepulauan Seribu.

Namun, dia juga akan memperhatikan para awak kapal tradisional yang mana kedepan akan digerakkan untuk mengangkut para pengunjung pulau-pulau yang terdapat di Pulau Seribu.

“Paling tidak dari Marina sehari stay dua kali. Nggak usah kapal mewah-mewah kapal sederhana saja sudah cukup ini BUMD. Ini jangan mematikan kapal tradisional. Tiga tahun ini kami tidak diberikan anggaran oleh Gubernur yang lama. Satu atau atau dua ivent kita lakukan yang penting kami tetap konsisten melakukan hal ini,” kata Cucu sapaan akrabnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *