oleh

Ribuan Umat Islam Hadiri Sidang Habib Bahar di PN Bandung

Bandung, TribunAsia.com – Ribuan umat Islam hari ini, Kamis (28/2) terus mengalir berdatangan menuju PN Bandung, untuk mengawal sidang Perdana Habib Bahar bin Smith. Tidak hanya dari Bandung dan sekitarnya, massa umat Islam itu juga ada yang berasal dari daerah di Jawa Barat lainnya, DKI dan Banten.

Sejak pagi mereka sudah berada di depan PN Bandung dan membaca Sholawat dan yel-yel dukungan kepada Bahar. Bahar akan diadili atas kasus dugaan penganiayaan terhadap dua orang yang diduga Habib palsu.

Bahar sudah datang ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung yang jadi lokasi persidangan pada Kamis (28/2). Dia datang bersama penyidik sekitar pukul 07.40 WIB. Berpakaian gamis putih dipadu peci putih, Bahar berjalan menunduk tanpa memberikan komentar sepatah katapun.

Namun dari rekaman video yang beredar nampak ratusan hingga ribuan umat Islam sudah mengalir berdatangan untuk mengawal persidangan Bahar di PN Bandung. Dalam video itu nampak Bahar mengepalkan tangan ke arah massa umat Islam, sebagai tanda beliau siap menjalani persidangan Perdana ini dan meminta umat Islam terus istiqomah dalam melakukan perjuangan.

Salah satu pengacara Bahar, Ki Agus M Choiri mengatakan kliennya telah siap menghadapi sidang perdana hari ini. Sidang rencananya beragendakan pembacaan dakwaan.

“Sudah siap. Beliau sudah siap,” kata Ki Agus kepada detikcom.

Untuk sidang perdana ini, pihak Bahar akan mendengarkan terlebih dahulu dakwaan yang akan dibacakan oleh jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar.

“Kan kita sidang pertama kali ini mendengarkan dakwaan dari jaksa. Apa yang didakwakan jaksa akan kami dengarkan terlebih dahulu, karena kami tidak tahu apa yang akan didakwakan,” kata dia.

Bahar bin Smith dituduh melakukan penganiayaan terhadap dua orang berinisial CAJ (18) dan MKUAM (17). Keduanya dianiaya lantaran mengaku-ngaku sebagai Habib Bahar saat di Bali, alias mereka berdua adalah Habib palsu dan diduga kuat telah meraih keuntungan dengan mengaku-ngaku sebagai Habib.

Keduanya diduga dianiaya di pondok Pesantren (ponpes) Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ponpes itu diketahui milik Bahar.

Atas kasus itu, Bahar sudah ditetapkan tersangka. Dia ditahan di Mapolda Jabar. Polisi menjerat Habib Bahar dengan pasal berlapis yakni Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2) dan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. (LH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *