oleh

BNN Beri Kesaksian Pengendalian Sabu-Sabu 30 Kilo Gram Lintas Daerah

Jakarta, TribunAsia.com – Badan Nasional Narkotika (BNN) jelaskan seputar penangkapan kurir sabu-sabu lintas daerah yang ditangkap di SPBU dibilangan Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur (TMII, Jaktim). Narkotika golongan 1 tersebut dibawa pelaku dari Aceh seberat 30 kilo gram menuju Jakarta.

Yudi Hendra selaku saksi mengatakan, penangkapan Truk pengangkut sabu-sabu terjadi di Jakarta Timur. Dalam keterangan dirung sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) dia menambahkan, bersama tim ikut melakukan penangkapan hingga ke Tol Merak.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Saya tugas di BNN itu tidak pidana terjadi di Jakarta Timur. Setelah tertangkapnya saudara Heri lalu Rais, Heri tertangkap di TMII Jaktim dan yang menyerahkan BNNP Aceh. Baru datang lagi bersama-sama Yasin,” kata Yudi dihadapan majelis hakim, Senin (25/2/2019).

Perlu diketahui, 5 petugas dari BNN secara maraton memberikan keterangan pada saat melakukan penangkapan termasuk peran dari masing-masing pelaku dalam mengakut sabu-sabu yang disatukan dengan sayuran.

Saksi-saksi pun memaparkan, selain sabu-sabu pihaknya menyita beberapa unit handphone yang digunakan untuk berkomunikasi dalam menjalankan aksinya.

“Hanya barang bukti handphone aja pengembangan. Saya mengikuti tapi tidak menjadi saksi. Ikut penangkapan di jln tol Merak. Heri setelah itu sekitar sehari serah terima narkotika tersebut. Disimpan di diantara hasil-hasil bumi ada jahe, jeruk ada juga campuran,” tandas saksi.

Kendati demikian, kata saksi barang haram berbentuk kristal itu berasal dari Medan Sumatera Utara namun dikendalikan dari Aceh oleh Amrizal dan Adiansyah. Barang bukti yang disita termasuk mobil dalam penangkapan sabu-sabu.

Dari Medan membawa diserahkan ke Jakarta dari instrograsi yang kita lakukan berkoordinasi ke BNNP Aceh, masing-masing menerima upah dari rangkaian ada ditransfer,” ungkap pria berkemeja putih.

Posma P Nainggolan SH MH bersama Siti Zamjanah SH dan Asban Panjaitan SH MH tak lepas mempertanyakan saksi-saksi yang hadir di muka persidangan. Lebih lanjut, Majelis Hakim PN Jaktim meminta rincian dari asal mula barang bukti narkotika seberat 30 kilo gram hingga penangkapan.

“30 kilo gram dari BNN Jakarta itu dari mana,” ujar Posma selaku pimpinan sidang.

“Mohon izin yang mulia, Aceh cuman menangkap dan mengamankan. Untuk barang bukti itu sendiri dari Medan Amrizal yang mengendalikan dari Aceh. Adiansyah saat ini DPO Ambrizal yang dikendalikan,” beber saksi.

Disamping itu, Jaksa Penutut Umum (JPU) Yuli SH, dalam kesempatan yang sama tak luput meminta pemaparan dari para saksi baik dari BNN maupun kepolisian ketika melaksanakan penangkapan. Tetapi, dalam pertanyaan singkat itu, JPU dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur lebih mengarah kepada pemesanan sabu-sabu termasuk mekanisme pembayaran.

“Lalu pada saat Rais memesan sabu-sabu sudah ada pembayaran,” tanya Yuli.

Disampaikan juga dalam kesaksian dipersidangan, harga 1 kilogram sabu-sabu dibandrol dengan nilai 1miliar rupiah.

Sementara, duduk sebagai Kuasa Hukum Trisaupa SH, meminta penjelasan kembali kepada tim dari BNN pada saat pengembangan dan peranan masing-masing Terdakwa. Akan tetapi, Tri berharap dengan keterangan yang diperoleh dari para saksi, dia berharap dapat mengetahui peran dari masing-masing Terdakwa.

“Tadi bapak sempat sebutkan instrograsi dan bapak menemukan nama- nama lain. Harapan ini bisa melihat peranan masing-masing. Yang melakukan instrogasi bapak,” tanya penasehat hukum kepada saksi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *