oleh

Mengancam Tuhan Demi Membela Capres !

TribunAsia.com

Oleh : Muhammad Taufik (Intelektual muda NU)

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Ilmu tentang Tuhan (ketuhanan) disebut teologi. Dalam Islam disebut dengan Ilmu Kalam atau Ilmu Tauhid. Di kalangan Ahlussunnah wal Jamaah, mempelajari dan mengkaji Ilmu Tauhid ini sangat penting dan berhukum wajib. Karena, dengan Ilmu Tauhid, iman menjadi rasional dan benar. Tanpa Ilmu Tauhid, iman tidak mungkin bisa benar, bahkan sering kali menjadi ancur-ancuran.

Jika langsung merujuk kepada Al-Quran dan Hadits, orang awam akan bingung dan dipastikan tidak dapat merumuskan ajaran Tauhid yang benar. Oleh sebab itu, seorang ulama besar, Abu Hasan Al-Asy’ari (876 M-936 M), merumuskan satu akidah Tauhid tentang sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Tuhan.

Aqidah ini kemudian disebut dengan Akidah Limapuluh, karena sifat wajib Tuhan ada dua puluh, sifat mustahil Tuhan ada dua puluh, sifat jaiz Tuhan ada satu (41); kemudian sifat wajib Nabi Muhammad Saw. ada empat, sifat mustahil Nabi Muhammad ada empat, dan sifat jaiznya ada satu (9). Total semuanya menjadi lima puluh (Aqaidil Khamsiin).

Ilmu Tauhid ini menjadi semacam bantuan berpikir untuk orang awam, agar persepsi mereka terhadap Tuhan tidak keliru. Jika keliru, mereka bisa terjerumus  pada persepsi yang salah, yang berujung pada kekacauan berpikir, dan tersesat karena cenderung menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan.

Fakta ini telah diperingatkan oleh Allah dalam Al-Quran dalam beberapa ayat. Contohnya dalam surah Al-Jatsiyah ayat 23:

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka, pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa-nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya tersesat karena meninggalkan ilmu pengetahun. Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya, serta meletakkan tutup di penglihatannya. Maka, siapakah yang akan memberinya petunjuk selain Allah? Maka, mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?”

Contoh orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan kemudian pikirannya menjadi kacau: hari ini mau bela Tuhan, eh besok mengancam Tuhan.

Makanya, ngaji Ilmu Tauhid lah agar cara berpikir menjadi benar dan baik. Agama adalah ilmu. Ilmu agama itu dirumuskan oleh  para ulama berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah. Ikutilah ulama atau orang pintar dan cerdas yang memiliki latar belakang keilmuan yang jelas, dengan sanad yang pasti tersambung kepada Rasulullah Saw.

Jangan ikuti setan. Baik setan dari bangsa jin atau setan dari bangsa manusia. Ciri-cirinya: gemar menyebar hoax, kebencian, provokasi, rakus, dungu, dan gampang membuat pernyataan yang salah alias bohong. Ada 3 ciri orang munafik jika berjanji tidak tepati jika di beri amanah berkhiyanat dan jika berbicara selalu berbohong.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *