oleh

Sekjen SPPIKB Minta Segera Ganti Pimpinan PT Pos Indonesia

Jakarta, TribunAsia.com – Sekretaris Jendral Serikat Pekerja Pos Indonesa Kuat Bermartabat (SPPIKB) menilai kehancuran PT Pos Indonesia dikarenakan kesalahan tata kelola pada level manajemen. Kata buruh PT Pos Indonesia, saat ini kepercayaan publik menurun dan lemahnya ditingkat likuiditas perusahaan berpengaruh.

“Saat ini yang terjadi diperusahaan kita ini yang kita lihat salah kelola salah arah. Perusahaan ini terbukti dari lemahnya tingkat likuiditas dari perusahaan ini cash flow kita berpengaruh, nilai jual kita kepada publik menjadi menurun,” jelas Hendri Joni kepada TribunAsia.com, Kamis (21/2/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Hendri mengharapkan, pejabat BOD di PT Pos Indonesia segera mundur karena dianggap tidak mampu memimpin dan permasalahan tersebut telah diproses di Kementerian BUMN.

“BOD yang kita tuntut mundur ini ternyata masih belum bergeming kita lihat itu seakan-akan mengabaikan apa yang menjadi tuntutan kita kemarin,” tandasnya.

Kemudian dijelaskan kembali, pimpinan di struktur manajemen telah menyampaikan di mass media menurut Sekjen SPPIKB apa yang telah dikatakan pimpinan PT Pos Indonesia tersebut seperti pahlawan. Akan tetapi, kata Hendri justru sebaliknya, PT Pos Indonesia dibalik ambang kehancuran dalam jangka tiga tahun terakhir ini.

“Misalnya kita lihat mereka (manajemen) itu masih membikin suatu kebijakan, kan masih muda masih melakukan evaluasi kebijakan-kebijakan yang mengenai SDM yang berkaitan dengan tidak populis terhadap pegawai. Kemudian di satu sisi live di suatu media dia menyampaikan seakan-akan dia akan muncul sebagai pahlawan seakan akan menyelamatkan. Padahal hal ini sebaliknya, yang menyebabkan perusahaan hancur ini karena pola tingkah mereka memimpin perusahaan selama 3 tahun ini yang kita lihat ,” ungkapnya.

Ia pun menyatakan, dalam aksi unjuk rasa sebelumnya sempat diterima oleh perwakilan Kementerian BUMN terkait cara tehnik dan disampaikan kondisi keuangan perusahaan. Lanjut Hendri, dia mengatakan telah terjadi penjualan aset pada tahun 2017 di PT Pos Indonesia.

“Lagi itu menyampaikan diterima oleh Kabid di BUMN yang menyatakan cara teknik terhadap kita dan kita sudah sepakati Kementerian BUMN serius mendengarkan hal ini dan melaksanakan apa saja yang menjadi tuntutan dari serikat kerja. Bahkan, ketika kita demo mereka sudah memahami posisi keuangan perusahaan ini pakan yang disampaikan ke kita itu dari Kementerian hanya rekayasa lamanya bukan laba tapi disampaikan ke kita laba 2017 itu menjual aset,” ujarnya.

Selain itu, Serikat Pekerja Pos Indonesa Kuat Bermartabat (SPPIKB) meminta ketegasan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan di PT Pos Indonesia dan mengharapkan Kementerian BUMN untuk mengganti struktur organisasi dipucuk pimpinan.

“Kita sebagai stakeholder berharap di perusahaan ini dengan adanya keseriusan pemerintah hal ini Kementerian BUMN ganti seluruh BOD yang ada di PT Pos,” terangnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *