oleh

Pemkot Depok Beri Dampingan Hukum pada Lurah yang Kena OTT Pungli

Depok, TribunAsia.com – Lurah Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok Abdul Hamid diberhentikan sementara dari jabatannya pastangkap-tangan pungli jual-beli lahan. Saat ini Hamid ditahan sebagai tersangka pungutan liar (pungli) oleh penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Depok

Disebutkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri, status pemberhentiannya ini menunggu Hamid jalani perkaranya berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Bila dibebas, dia dapat melanjutkan status ASN dan, apabila divonis hukum bersalah maka, mantan lurah ini dapat diberhentikan sebagai ASN.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Ya, sesuai dengan ketentuan kalau sudah dalam proses penahanan kita berhentikan sementara dari jabatan lurahnya. Kita belum dapat putusan yang secara inkrah ya,” kata Supian Suri.

Dilaporkan TribunAsia, Kamis (21/2/2019). Bagian Hukum Pemkot Depok tetap memberi pendampingan hukum bagi Hamid yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polresta Depok pada Kamis (14/2/2019).

Suri belum tahu apakah Hamid mengajukan penangguhan penahanan atau tidak seperti yang dilakukan bekas Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan bekas Sekda Depok Harry Prihanto saat jadi tersangka korupsi pembebasan lahan Jalan Nangka.

Supian Suri menyebut telah berkoordinasi dengan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Depok untuk mengisi kekosongan jabatan Lurah Kali Baru. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *