oleh

Pemilik Tambang dan Pemegang Saham Beri Kesaksian Atas Perpindahan Kepemilikan Perusahaan

Jakarta, TribunAsia.com – Pemilik 5 perusahaan tambang dan pemegang saham berikan kesaksian atas pemalsuan surat-surat yang diduga berpindah kepemilikan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

Hadir diruang sidang Lim menyatakan sebanyak 5 perusahaan miliknya telah berpindah tangan hal itu disampaikan ketika Terdakwa Tommy meminta foto copy tentang surat-surat keterangan perusahaan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kata Lim, dia mengatakan ketika Tommy mencari inverstor untuk bisnis tambang miliknya dan meminta informasi tentang perusahaan miliknya melalui notaris. Akan tetapi, dalam kesaksiannya, Lim setiba dikantor notaris dia tidak dapat bertemu langsung dengan Rita Ginting hanya saja yang ada Surya suami dari notaris.

“Iya, kita datang itu ketemu Bu Rita (Notaris) isterinya lagi dirumahnya dengan anaknya. Saya ketemu suaminya ,” kata saksi pemilik 5 perusahaan tambang di PN Jaktim, Kamis (21/2/2019).

“Kita mau foto nggak dikasih. Saya nggak mau panjang berdebat. Akhirnya yang dikasih itu foto copy ,” ujar saksi.

Namun, tim Kuasa Hukum Tommy dari Law Office Sinurat- Simaremare & Patners melemparkan pertanyaan kepada saksi Lim yang mana saksi sebelumnya telah menamparkan dimuka persidangan kliennya dikatan orang susah. Rosenty Simaremare pun mempertanyakan saksi karena tidak bereaksi ketika uang senilai 1 miliar yang disebutkan berpindah kepada kliennya.

“Tadi Bapak (Lim) menyatakan Bapak bilang orang susah, senilai 1 M (miliar) Bapak tidak ada reaksi 1 M berpindah. Bapak tadi bilang tadi Bapak beri surat asli ke pak Tommy,” ungkap Rosenty Simaremare, SH.,CN.

Kemudian, dalam persidangan ditengahi oleh Pimpinan Majelis Hakim ketika Kuasa Hukum Tommy menanyakan reaksi dan menerima surat-surat keterangan perusahaan.

“Sekarang jawab saja kuasa hukum heran Bapak terima surat reaksi Bapak bagaimana. Saudara diam tapi orang saudara cek ke Notaris Andi Cendana ya,” kata Tirolan Nainggolan, SH.

Sementara, jaksa penuntut umum (JPU) yang dihadiri oleh Tri Wahyu SH dan Zulkifli SH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur ikut menyampaikan kepada saksi-saksi yang dihadirkan terutama merujuk kepada BAP dari kepolisian.

“Apakah saudara pernah di BAP dipolisi, keterangan ini benar ya,” singkat Tri kepada saksi Lim.

Selain itu, Kadwanto selaku Majelis Hakim mempertanyakan kembali terkait sistem manajemen perusahaan yang mana telah disampaikan dalam keterangan saksi atas perpindahan kepemilikan 5 perusahaan tambang yang ditujukan kepada Tommy.

“Apakah secara ril di Tommy waktu itu mengendalikan perusahaan itu. Jadi dia mengendalikan manajemen-nya. Jadi manajemen tetapi kepada saudara ya,” tanya Kadwanto, SH.

Diketahui, secara maraton saksi-saksi diperiksa untuk dimintai keterangan yang terjadi atas pemalsuan surat-surat perusahaan. Hari selaku saksi yang tak lain pemegang saham tak lepas memberikan penjelasan diruang sidang dan dia menyampaikan, terkait permintaan saham kepada Tommy dia tidak mengetahui dengan pasti.

“Kalau kesana saya tidak pernah,” singkat saksi.

Kata saksi Hari, dia pernah menyambangi kantor notaris lalu bertemu Surya dan dia mengatakan kedatangannya ingin mengetahui perubahan tentang kepemilikan perusahaan yang diduga telah berpindah bama.

“Pertama saya pergi ke sana ketemu Pak Surya Ginting (suami notaris). Beliau berdalih, kita mempertunjukkan suratnya jadi kita menunjukan perubahan itu dikatahui di Notaris Rita Ginting,” sebut pemegang saham. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *