oleh

Lagi, Star up Indonesia Naik Kelas jadi Unicorn

Jakarta, TribunAsia.com – Pemerintah menargetkan satu startup bisa naik kelas menjadi unicorn pada tahun ini. Namun, hal itu sangat bergantung transaksi bisnis yang ada. Kebutuhan pasar sangat memengaruhi perkembangan sebuah start-up menjadi unicorn.

”Misalnya, yang punya potensi itu di edutech,” ucap Menkominfo Rudiantara. Hal itu tidak terlepas dari anggaran pendidikan Indonesia yang besar, hampir menyentuh Rp 500 miliar.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Peluang lainnya, ada start-up yang bergerak di bidang healthtech. Rudiantara hanya tersenyum ketika disodori nama Ruanguru dan Halodoc sebagai startup yang akan naik pangkat menjadi unicorn. ”Bukan dari saya,” ucap Rudiantara.

Startup akan mendapatkan pangkat unicorn manakala memiliki valuasi minimal USD 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Rudiantara mengatakan, Indonesia saat ini mengarah ke ekonomi digital.

”Itu tidak bisa dihindari,” kata Rudiantara. Pihaknya bertugas menciptakan ekosistem yang baik untuk tumbuhnya startup sehingga bisa menjadi unicorn. Ekosistem itu berupa kemudahan-kemudahan dari sisi regulasi, pendanaan, hingga infrastruktur.

”Unicorn kita paling banyak di (antara) negara-negara ASEAN,” imbuh Rudiantara. Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, unicorn justru mendatangkan modal asing masuk Indonesia. JK tidak menampik fakta ketika start-up lokal mendapatkan suntikan uang dari pemodal asing, ada keuntungan atau dividen yang keluar dari Indonesia.

Namun, jumlahnya tidak sebesar modal asing yang masuk. Dia mencontohkan investor yang menanamkan modal ke Go-Jek. Uang dari luar negeri masuk ke Indonesia dan tidak ada modal dari Go-Jek yang keluar ke mancanegara. Begitu pula start-up lain. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *