oleh

Perjuangkan Pelayanan Kesehatan, dr Dewi Yuliawati Nyalonkan Diri Sebagai Anggota DPR-RI

Jakarta, TribunAsia.com – Perjuangkan pelayanan kesehatan masyarakat, seorang dokter melangkah maju ke DPR-RI Senayan, Jakarta Selatan. Ketika disambangi dr Dewi Yuliawati Mars mengatakan, keinginan itu terlahir ketika pemilik kartu BPJS tidak terlayani oleh fasilitas kesehatan yang tidak sesuai.

“Jujur saja saya ini-kan di rumah sakit swasta, tetapi banyak pasien yang mungkin biayanya tidak terlayani karena BPJS-nya kayaknya tidak sesuai dengan kasarnya modalnya gitu-loh,” jelas Dewi kepada TribunAsia.com, Selasa (19/2/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kemudian, berbekal pengalaman sebagai dokter dia menerangkan sebagai pelayan kesehatan yang pernah ditugaskan di ruang ICU, kata Dewi kerap ditemui pasien BPJS yang belum terlayani dengan maksimal.

“Justru itu, karena saya dibidang kesehatan saya berharap mencoba membenahi apa namanya sistem penjaminan pelayanan kesehatan. Tetapi lebih kearah penjaminan,” kata wanita yang mencalonkan diri melalui Partai Bulan Bintang.

Lulusan S2 Universitas Indonesia berpendapat, dirinya pernah berpengalaman di bidang manajemen setelah lulus dan ditempatkan dibidang yang sama pada rumah sakit swasta. Dewi Yuliawati pun menyampaikan, peralatan untuk melayani pasien dinilai cukup mahal dan tidak dapat tercover dengan BPJS sehingga berdampak pada pasien.

“Seperti itu dalam kondisi kondisi terminal-lah. Saya dirumah sakit swasta kemudian saya sekolah S2 manajemen selesai saya mengelola rumah sakit jantung itulah saya ada ketertarikan kayaknya,” ungkapnya.

“Awalnya memang saya dokter, tapi 7 tahun terakhir saya tidak berprofesi sebagai dokter lagi tapi sebagai kepala rumah sakit di manajemen pelayanan dirumah sakit. Jadi dokter aja dari awal kira-kira sampai 7 tahun yang lalu,” ujar caleg nomor urut 6, daerah pemilihan Jaktim.

Lebih lanjut, Dewi Yuliawati bertekad dengan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat berjanji akan membenahi sistem mulai dari penjaminan dan akur pelayanan melalui kartu BPJS.

“Mungkin ada tata atau alur mungkin ada upaya pasien antara pemberi jaminan dan pelayanan. Karena kalau tidak ada kesepakatan itu antara yang memberi pelayanan sama pemberi jaminan yang dirugikan itu pasien karena pasien-kan tahunya sih,” sebutnya.

“Karena rumah sakit jantung itu-kan alat itu kan cukup mahal dipatok dengan harga BPJS sekian besarnya, makanya rumah sakit tidak bisa enggak bisa bekerjasama jadi kasihan pasien-pasien kita,” papar dia lagi.

Namun, dia mengatakan, rencana kedepan akan menggelar bakti sosial dalam bentuk konsultasi dan pengecekan kesehatan masyarakat di Jakarta Timur. Kata Dewi, agar lebih terarah diutamakan dalam bakti sosial ditujukan kepada lansia.

“Mungkin bakti sosial nantinya kearah pengecekan konsultasi kesehatan dan pengecekan status kesehatan masyarakat.

Suatu hari saya akan memberikan kegiatan baksos kepada masyarakat tapi mungkin lebih terarah bukan pengobatan umum umpamanya lansia,” tegasnya di Duren Sawit. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *