oleh

Rekrut Calon Pengawas, Bawaslu Jaktim Butuh Anggota Sesuai Domisili

Jakarta, TribunAsia.com – Badan Pengawas Pemilu Jakarta Timur tengah melakukan perekrutan anggota baru yang akan ditempatkan di berbagai TPS sesuai dengan domisili ditingkatkan Kecamatan. Perlu diketahui, mulai tanggal 11-21 Februari 2019 proses perekrutan dan pendaftaran calon berlangsung dan akan ditentukan melalui pengumuman.

“Perekrutan PPS itu dimulai sekitar tanggal 11 Februari sampai dengan 21 Februari. Untuk pendaftaran kemudian nanti setelah proses pendaftaran ada pada proses tanggapan masyarakat. Kemudian, kita akan melakukan pengumuman secara resmi siapa saja yang akan di TPS-TPS di Jakarta Timur,” kata Tami Widiastuti kepada TribunAsia.com, Selasa (12/2/2019).

Adapun persyaratan untuk menjadi pengawas TPS diantaranya warga negara Indonesia dan berdomisili di wilayah pemungutan suara sesuai dengan identitas dan lulusan SMA sederajat. Menurut Tami, calon pengawas tidak diperkenakan condong dengan partai politik.

“Menjadi pengawas TPS harus warga negara Indonesia dan harus dan berdomisili di tempat lokasi tersebut. Karena kan sekarang ada de jure jadi harus kan memilih disitu yang bisa menjadi peserta pengawas kemudian harus tidak terafiliasi oleh partai politik,” tutur komisioner bidang SDM.

Ia menambahkan, laporan yang diperoleh dari panitia pengawas kecamatan (Panwascam) yang dimulai sejak kemarin hingga kini tanggal 12 Februari 2019 melakukan koordinasi terkait persiapan pemilu. Komisioner Bawaslu Jaktim pun memperkirakan, data yang diperolehnya hingga saat ini diketahui mencapai 5 persen.

“Kalau laporan dari teman-teman di kecamatan hari ini kan hari kedua kemarin menerima pendaftaran tanggal 11 sekarang tanggal 12 berarti hari kedua itu hampir di seluruh Kelurahan sudah ada udah masuk gitu. Tidak ada yang nol, kemarin hari pertama masih ada yang nol tapi kemudian kami melakukan pembicaraan apa kendalanya,” tambahnya di Jatinegara Timur.

Rencana kedepan, kata komisioner Bawaslu pihaknya akan melakukan sosialisasi pemilu kepada masyarakat luas. Untuk itu, Bawaslu pun berpesan untuk tidak menebarkan isu-isu ujaran kebencian dan berharap kepada masyarakat menjadi bagian pemilih yang cerdas.

“Kemungkinan kami ada rencana sosialisasi kepemiluan itu kami sebutnya sosialisasi ke forum forum warga. Jadi, kami akan turun ke RW, majelis taklim, pengajian atau ke gereja,” sebutnya.

“Melakukan bagaimana menjadi pemilih yang lebih cerdas gitu yang tidak atau hoax atau isu isu ujaran kebencian. Semua kecamatan juga sudah melakukan sosialisasi tahapan pemilu semua,” tambahnya.

Terlebih, dia mengutarakan, Kecamatan Cakung Jakarta Timur memiliki lokasi TPS terbanyak di DKI Jakarta dengan alasan padat penduduk. Bahkan, Tami memaparkan, wilayah tersebut mencapai ribuan TPS dan terbesar di Indonesia jumlah lokasi TPS-nya.

“Pengawas TPS terbesar se-indonesia ada di Kecamatan ada di Cakung ada TPS 1436. Soalnya kalau di Jakarta Timur kan 8 ribu terbesar di Jakarta, paling besar di seluruh Indonesia. Karena mungkin wilayahnya padat,” ucapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *