oleh

Bawaslu : TPS di Jaktim Mencapai 8206 dan 40 TPS di Lapas

Jakarta, TribunAsia.com – Komisioner Badan Pengawas Pemilu Kota Administrasi Jakarta Timur (Bawaslu Jaktim) menyampaikan, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) terdapat 8206.

Kata Tami Widiastuti Bidang SDM Bawaslu Jaktim, diperkirakan ada penambahan 40 TPS di Lembang Pemasyarakatan (Lapas). Kendati demikian, dia merinci sejumlah TPS yang ditempatkan di Lapas menanti keputusan komisi pemilihan umum (KPU).

banner 336x280

“Dijakarta Timur dengan jumlah TPS itu berjumlah 8206 ada penambahan itu di Lapas sekitar 40 TPS . Tapi penambahan 40 TPS ini sifatnya belum fix karena belum ada keputusan dari KPU. 17 Februari baru akan akan diketok berapa penambahannya di Lapas itu entah lebih atau berkurang itu soal itu soal perekrutan pengawas TPS,” jelas Tami kepada TribunAsia.com, Selasa (12/2/2019).

Selain itu, pihak Bawaslu mengatakan perekrutan anggota PPS akan dilakukan mulai tanggal 11-21 Februari 2019. Dalam proses perekrutan dan pendaftaran calon tersebut akan diumumkan selanjutnya ditempatkan disekitar TPS Jaktim.

“Perekrutan PPS itu dimulai sekitar tanggal 11 Februari sampai dengan 21 Februari. Untuk pendaftaran kemudian nanti setelah proses pendaftaran ada pada proses tanggapan masyarakat. Kemudian, kita akan melakukan pengumuman secara resmi siapa saja yang akan di TPS-TPS di Jakarta Timur,” imbuhnya.

Adapun persyaratan untuk menjadi pengawas TPS diantaranya warga negara Indonesia dan berdomisili di wilayah pemungutan suara sesuai dengan identitas dan lulusan SMA sederajat. Menurut Tami, calon pengawas tidak diperkenakan condong dengan partai politik.

“Menjadi pengawas TPS harus warga negara Indonesia dan harus dan berdomisili di tempat lokasi tersebut. Karena kan sekarang ada de jure jadi harus kan memilih disitu yang bisa menjadi peserta pengawas kemudian harus tidak terafiliasi oleh partai politik,” tandasnya.

Ia menambahkan, laporan yang diperoleh dari panitia pengawas kecamatan (Panwascam) yang dimulai sejak kemarin hingga kini tanggal 12 Februari 2019 melakukan koordinasi terkait persiapan pemilu. Komisioner Bawaslu Jaktim pun memperkirakan, data yang diperolehnya hingga saat ini diketahui mencapai 5 persen.

“Kalau laporan dari teman-teman di kecamatan hari ini kan hari kedua kemarin menerima pendaftaran tanggal 11 sekarang tanggal 12 berarti hari kedua itu hampir di seluruh Kelurahan sudah ada udah masuk gitu. Tidak ada yang nol, kemarin hari pertama masih ada yang nol tapi kemudian kami melakukan pembicaraan apa kendalanya,” terangnya.

“Berapa persen, tapi dari hari pertama sudah sekitar ya 5 persen lah. Tidak bisa saya perkirakan karena jumlahnya masing-masing masing-masing kecamatan melaporkan per kecamatan kecamatan gitu,” ungkapnya.

Terlebih, dia mengutarakan, Kecamatan Cakung Jakarta Timur memiliki lokasi TPS terbanyak di DKI Jakarta dengan alasan padat penduduk. Bahkan, Tami memaparkan, wilayah tersebut mencapai ribuan TPS dan terbesar di Indonesia jumlah lokasi TPS-nya.

“Pengawas TPS terbesar se-indonesia ada di Kecamatan ada di Cakung ada TPS 1436. Soalnya kalau di Jakarta Timur kan 8 ribu terbesar di Jakarta, paling besar di seluruh Indonesia. Karena mungkin wilayahnya padat,” ucapnya.

Rencana kedepan, kata komisioner Bawaslu pihaknya akan melakukan sosialisasi pemilu kepada masyarakat luas. Untuk itu, Bawaslu pun berpesan untuk tidak menebarkan isu-isu ujaran kebencian dan berharap kepada masyarakat menjadi bagian pemilih yang cerdas.

“Kemungkinan kami ada rencana sosialisasi kepemiluan itu kami sebutnya sosialisasi ke forum forum warga. Jadi, kami akan turun ke RW, majelis taklim, pengajian atau ke gereja,” sebutnya di Jatinegara Timur.

“Melakukan bagaimana menjadi pemilih yang lebih cerdas gitu yang tidak atau hoax atau isu isu ujaran kebencian. Semua kecamatan juga sudah melakukan sosialisasi tahapan pemilu semua,” sambungnya. (Dw

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *