oleh

Wisata Sejarah Negarawan Muda Jakarta

Jakarta, TribunAsia.com  – Lembaga Kebudayaan Betawi menyelenggarakan kegiatan edukasi bagi para pelajar dari beberapa sekolah setingkat SMA di DKI Jakarta berupa Wisata Sejarah Negarawan Muda Jakarta. Dengan mengusung tema Jakarta: Potret Seminggu Jelang Proklamasi, kegiatan perdana ini akan mengajak generasi Millenial untuk mengeksplore situs-situs sejarah penting yang berkaitan dengan peristiwa menjelang proklamasi hingga peristiwa proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Menurut ketua panitia, Abdul Malik Raharusun, dipilihnya tema proklamasi dalam kegiatan perdana ini untuk mengingatkan kembali generasi muda kita akan pentingnya makna kemerdekaan yang kita miliki.

“Generasi sekarang harus punya kesadaran akan pentingnya  perjuangan para pendiri bangsa dalam mewujudkan cita-cita berdirinya republik tercinta ini.

Ada banyak cara menumbuhkan jiwa patriotisme di kalangan generasi milenial, sekaligus menumbuhkan keingintahuan mereka pada sejarah bangsa ini, salah satunya dengan wisata sejarah ini. Lewat kegiatan seperti ini, generasi milenial bisa belajar sejarah secara langsung dari tempat dimana sejarah itu sendiri lahir. Dengan begitu, mereka dapat merasakan dan berimajinasi mengenai peristiwa bersejarah yang terjadi di tiap-tiap spot atau situs yang mereka kunjungi.

Kegiatan yang mendapat support dari Bank DKI  ini diikuti oleh 15 peserta dari beberapa bsekolah setingkat SMA di DKI Jakarta. Mereka dipilih dari pengurus OSIS dan Rohis di sekolahnya masing-masing. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, dimulai dari Gedung Joang 2945 pada Sabtu, 9 Februari, dilanjutkan dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya, seperti rumah Laksamana Maeda, rumah Bung Hatta dan Tugu Proklamasi. Selanjutnya para peserta diajak berkunjung ke Rengasdengklok, ke tempat Soekarno dan Bung Hatta diculik oleh para pemuda ketika itu. Para peserta akan menginap di Rengasdengklok, lalu pada pagi harinya mereka mengunjungi 3 tempat bersejarah yang berkaitan dengan penculikan Bung Karno di Rengasdengklok. (Ridwan Malik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *