oleh

Hari Pers Nasional : Coretan Hati Jurnalis Muda

TribunAsia.com

Pemulung informasi publik tak kenal alpa.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Tiap detik jantung instuisi berucap.

Bak senyum wanita penuh goda.

Tiada status sosial yang melekat.

 

Kadang di cemooh.

Kadang di harapkan.

Kadang hilir mudik.

Kadang menjadi alat diskusi.

 

Nggak perlu aba-aba untuk meraba.

Yang dia butuh felling dan insting cakrawala.

Beliau hadir dan bekerja tanpa lencana.

Namun demikian, isi bumi menila seribu bahasa.

 

Baju lusuh, perawakan sederhana modal dasar mengolah kata-kata.

Ucapan sinis dipandang sebelah mata tak jarang diterima olehnya.

Kinerja nyata dibalas sanjung & adapula menuai caci.

Sayangnya, tak terlintas pada merek waktu pewarta dirampas dunia.

 

Rambut panjang, celana robek kadang menjadi pembatas mereka dlm kondisi tertentu.

Padahal, mereka tak pernah tahu Pemulung berita punya segudang resep sukses untuk mereka.

Yang terlintas di benak mereka tak jauh hanya kepentingan selebihnya acuh ada pula dekat seperti kerabat.

Sudah bukan rahasia umum semua kan terjadi semua tercipta dan semua memiliki evaluasi berbeda, terserah…

 

Terpenting, tetap fokus tetap konsisten dan tetap menyuguhkan informasi segar.

Hari tetap berganti, cuaca berubah, catatan pun terus bertambah.

Publik haus pijatan tinta jurnalis membuka tabir tirai kelabu.

Independen penuh arah akan tepat membentuk hasil yang cermat. Sabtu, (09/02/2019).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *