oleh

Kesaksian Warga Otista dan Pelayan Warteg Atas Penemuan Koper Mencurigakan

Jakarta, TribunAsia.com – Kesaksian warga Otista 3 Jakarta Timur atas penemuan koper yang mencurigakan di depan warung makan (warteg) Barokah bertepatan dengan waktu shalat Jum’at.

Japar menyebutkan, penemuan koper warna hijau terjadi sekitar pukul 11.35 Wib. Atas penemuan benda yang mencurigakan tersebut, telah dilaporkan kepada petugas kepolisian.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Namun, kata warga yang tinggal di RT 02/7, beberapa jam kemudian petugas Gegana memeriksa isi tas koper yang mengundang perhatian warga itu. Koper hijau yang berada disudut warteg Barokah itu terdapat segel dan didalamnya berisi boneka serta plastik putih didalamnya.

“Kejadian jam 11.35 WIB barengan shalat Jum’at. Berbentuk koper warna ijo, ada segel pesawat dibuka tim Gegana didalamnya boneka dan plastik putih,” ujar warga setempat kepada TribunAsia.com dilokasi kejadian.

Lanjutnya, pemeriksaan koper yang terletak di tepi jalan utama Otista 3 berlangsungg hingga pukul 15.00 WIB. Menurut Jafar, pelaku yang sengaja meletakkan koper itu berjumlah dua orang dan sempat memarkirkan mobilnya di mini market tak jauh dari lokasi tersebut.

“Sempet lama juga sampai jam 3 kurang (15.00 WIB). Dia markir mobil di Alfamart muter balik langsung dia naro (meletakkan) tas kesitu, kaya koper orang pergi haji gitu deh. Ada semester kurang lebih, ada dua orang satu standby didalam mobil,” ungkapnya, (8/2/2019).

Tabrani pedagang es kelapa pun menuturkan terkait benda mencurigakan diseberang lokasi tempat usahanya yang bertepatan dengan waktu ibadah Jum’at. Dia menjelaskan, ciri-ciri  pelaku peletakan koper dilakukan pria berkaca mata.

“Ciri-cirinya kaya orang Arab pakai kaca mata, mobilnya dari Alfamart. Saya yang lapor,” kata penjual kelapa.

Dalam kesempatan yang sama, Iis pelayan warteg Barokah mengutarakan penemuan koper diperkirakan terjadi pada pukul 12.00 WIB dan dia tidak mengetahui persis pelaku yang meletakkan barang pada siang bolong itu.

“Koper doang jam setengah 12. Nggak tahu orangnya . Sempet ditutup (warteg). kalau aku cuma liatnya plastik,” paparnya.

Bertepatan dengan penemuan koper yang mencurigakan warga, kata Iis, dia disarankan petugas kepolisian untuk menutup sementara usaha rumah makannya sampai dinyatakan area tersebut aman dan kondusif.

Dia menyampaikan kembali, melalui CCTV yang dimiliki warteg Barokah pelaku tidak dapat dikenali karena jarak pandang CCTV terbatas. Akan tetapi, setelah kondisi dinyatakan steril oleh pihak Gegana usaha warung makannya dibuka kembali sekitar pukul 15.00 WIB.

“Awal biasa banyak polisi yang nyuruh nutup tim Gegana. Nunggu tim itunya dulu. Jam tigaan bukanya udah sore. Ditekankan CCTV orangnya nggak jelas soalnya dari arah kesana,” imbuh pelayan warteg. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *