oleh

Penghayatan Nilai Kebangsaan Memudar, Tanda Lunturnya Identitas Keindonesiaan

Jakarta, TribunAsia.com – Saat ini penghayatan terhadap nilai-nilai kebangsaan, khususnya 4 pilar  mulai pudar, sejatinya empat pilar merupakan bagian dari identitas berbangsa, bila 4 pilar kurang dihayati maka hal tersebut berakibat pada lunturnya Identitas sebagai manusia Indonesia, pernyataan tersebut disampaikan Andi Mariattang, anggota DPR RI di sela kunjungannya menjumpai warga Sulsel.

“Identitas kita sebagai sebuah bangsa harus termanifestasi dalam seluruh gerak kehidupan berbangsa dan bernegara. Pilar kebangsaan ini harus dimaknai secara mendalam dan menjadi penghayatan bagi setiap generasi muda”, Ungkapnya, Rabu (6/2).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Saat ini, menurutnya, tantangan dalam kehidupan berbangsa tidak sama pada masanya dulu di SMU.

“Tantangan kita dulu tidak sehebat sekarang. Informasi saat ini begitu gencar masuk ke ruang-ruang privat kita. Karena itu kita perlu membentengi diri dari serangan budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa kita” terangnya.

Selain itu ia juga mengingatkan bahwa generasi milenial sekarang harus selektif menerima berbagai informasi. Jangan sampai kecanggihan teknologi yang kita miliki tidak diambil manfaat positifnya tapi justru yang diambil adalah negatifnya.

“Fitnah, berita hoax yang menyebar dan tak terkendali bisa merusak keragaman kita, baik budaya, suku maupun agama”, Katanya mencontohkan.

Mantan Anggota DPRD Sulsel dua periode ini merinci setidaknya ada lima tantangan terkini yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

(1) Lemahnya penghayatan agama.

(2) Potensi disintegrasi bangsa, saling serang antar satu dengan yang lain di media sosial kerap terjadi. Kontrol kurang, apalagi jika informasi yg disampaikan berbau fitnah bahkan hoax.

(3) Kurangnya keteladanan pemimpin, para pemimpin di pusat: Presiden, menteri, anggota DPR/MPR juga di daerah tidak lagi menjadi panutan masyarakat.

(4) Penegakan hukum yang tidak jalan, tidak bisa dipungkuri bahwa memang ada tebang pilih dalam penegakan hukum. Ini perlu diperbaiki.

(5) Krisis identitas, kita sebagai bangsa tidak lagi bangga dengan identitas kita. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *