oleh

Penggelapan Mobil Ferrari, Hingga Saat ini David Tidak Pernah Hadir di Persidangan

Jakarta, TribunAsia.com – Agenda sidang pembelian Ferrari berwarna merah ketika itu seharusnya mendatangkan saksi korban, sayangnya sejak awal persidangan yang bersangkutan enggan hadir meskipun telah dijadwalkan dalam sidang sebelumnya.

Kata Ketua Majelis Hakim dengan didampingi Asban Panjaitan SH MH serta Maslikan SH MH menuturkan, bila ada seseorang yang tidak taat dalam perkara di pengadilan maka, dia akan mengurus penegak hukum untuk menghadirkan dipersidangan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Seandainya kalau ada orang yang tidak taat dalam pengadilan, saya akan perintahkan pak jaksa dan polisi cari orang itu,” pesan majelis, Kamis (7/2/2019).

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengatakan dalam kasus penggelapan pembelian sebuah mobil mewah akan menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Amar bila terbukti.

Namun sebaliknya, jika tidak terbukti kata Posma P Nainggolan SH MH terdakwa dalam kasus pembelian Ferrari keluaran 2014 segera dibebaskan.

“Nanti silahkan yang terakhir penggugat bisa buktikan kalau terbukti dijatuhkan pidana (hukuman), tapi kalau tidak terbukti bebaskan,” ujar ketua majelis hakim.

Kemudian, karena David tidak hadir agenda dilanjut mendengarkan keterangan saksi dari penyidik Polda Metro Jaya untuk menjelaskan seputar pemeriksaan pelapor diketahui bernama Indra Pratama dan bukti cek pembayaran tentang mobil Ferrari.

Adapun alat bukti yang dilaporkan dan disampaikan saksi terkait cek pada Bank Mandiri serta BCA. Tetapi secara detail saksi Danang tidak menjabarkan dengan luas dan mengutarakan didepan Majelis Hakim dirinya tidak ingat pada saat memeriksa pelapor.

“Foto-fotonya, kemudian saya suruh bawa buktinya. Mandiri dan BCA yang mulia antara BCA atau Mandiri saya nggak ingat yang mulia,” tegas Danang.

Selain itu, Tim Kuasa Hukum terdakwa Amar mempertanyakan saksi Danang perihal alat bukti dan termasuk surat kuasa yang mewakilkan David (pembeli Ferarri) kepada  pelapor Indra Pratama.

“Saudara saksi dalam persidangan yang lalu apakah saudara saksi mempunyai alat bukti seperti cek dan surat kuasa,” kata Alprin SH.

Penyidik pun selaku saksi menanggapi pertanyaan tim penasehat hukum terdakwa terkait surat kuasa yang mana telah diwakilkan oleh pelapor Indra Pratama. Saksi Danang menambahkan, Indra Pratama dalam perkara mobil Ferrari memaparkan yang bersangkutan tak lain ialah kakak beradik dengan David.

“Tapi dia ngakunya ke saya dia itu kakak beradik (tidak ada surat kuasa),” imbuh saksi.

Lebih lanjut, kata Aprin dimuka persidangan, dalam perkara pembelian mobil mewah kliennya telah mengembalikan sejumlah. Dan ditambahkan juga dari keterangan saksi senilai Rp 2,6 miliar yang terdapat di BAP disebutkan.

“Yang mulia uang itu sudah dikembalikan oleh klien kami,” ucapnya.

Duduk selaku jaksa penuntut umum (JPU) ketika itu dihadiri oleh Teguh SH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *