oleh

Isu Propaganda Rusia yang Dilempar Jokowi Mengandung Motif Ujaran Kebencian dan Hoaks

Jakarta, TribunAsia.com – Isu propaganda Rusia yang sengaja dilemparkan Joko Widodo dinilai Advokat Peduli Pemilu mengadung motif ujaran kebencian (hoaks). Isu propaganda itu dikatakan Mohammad Taufiqurrahman SH ditujukan kepada Prabowo-Sandi yang hendak bertarung di Polres 2019.

“Propaganda Ini mengandung fitnah ujaran kebencian dan sebagainya. Kami menganggap pernyataan ini pernyataan yang tidak mendasar. Pernyataan justru hari ini bermotif bermotif kebencian dan tentunya hoaks,” ujarnya kepada TribunAsia.com, Rabu (6/2/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kemudian, pelapor menuturkan, Jokowi dan tim kampanye nasionalnya dapat dikenakan pasal 280 terkait Undang-Undang Pemilu. Dalam pelaporan ke Bawaslu RI, Mohammad Taufiqurrahman menyerahkan perihal berita-berita yang dianggap hoaks dan memberikan bukti-bukti video yang diduga melanggar pemilu.

“Jadi pasal yang kami laporkan pasal 280 huruf c dan huruf d huruf junto pasal 251 undang-undang pemilu. Yang pertama kita bawa print out tentang berita-berita terkait ada juga video. Beberapa video ada Pak Jokowi. Pak Hasto dan Ace,” tandasnya.

Saat ini diketahui, Jokowi tengah mencalonkan diri kembali menjadi calon Presiden RI nomor urut 01. Mohamad Taufiqurrahman SH menjelaskan, terkait pelaporannya ke Bawaslu RI ditujukan kepada Jokowi dikarenakan telah melempar isu propaganda Rusia.

“Terkait dengan propaganda isu yang dilempar oleh Pak Jokowi sendiri mengatakan bawa ada salah satu tim sukses akan menggunakan propaganda Rusia. Isu propaganda Rusia dialamatkan kepada lawan politik Pipres 2019,” ungkapnya.

Terlebih, dia mengatakan, isu propaganda Rusia dialamatkan kepada lawan politik Pipres 2019 dalam hal ini kubu Prabowo-Sandi. Pelapor pun menambahkan, Pilpres 2019 mendatang akan bertarung antara Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi memperebutkan kursi Presiden.

“Itu dialamatkan kepada salah tim sukses pada pemilu 2019. Kita sama-sama mengetahui calon presiden ini kan cuma dua berarti yang dimaksud Pak Jokowi berarti adalah lawan dalam hal ini Pak Prabowo dan Pak Sandi,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *