oleh

Tahun Baru Imlek 2019, Ratusan Warga Tionghoa Ibadah di Vihara Avalokitesvara

Jakarta, TribunAsia.com – Ratusan pengunjung warga Tionghoa mulai pagi hingga petang beribadah di Vihara Buddhis Avalokitesvara. Vihara itu dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga petang bagi yang merayakan Imlek. Menurut Dessy ketika ditemui dilokasi, dia mengatakan sejak Selasa pagi pengunjung datang untuk beribadah di Vihara tersebut.

Vihara yang berdekatan dengan Terminal Kampung Melayu itu, diutarakan wanita berkulit putih itu sejak kemarin telah dikunjungi warga untuk ibadah. Terlebih, dia menambahkan meskipun sehari sebelum hari besar Imlek.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Cuma beberapa ratus aja ya kurang lebih. Hingga nanti dari pagi hingga sore nanti tutup biasanya kalau sudah jam 6 (18.00 WIB) dan kita tidak menerima tamu lebih dari jam 6 (petang). Sudah dari kemarin yang sembahyang orang udah pada keluar pada sembahyang,” jelas Dessy selaku pengurus Vihara kepada TribunAsia.com, Selasa (5/2/2019).

Pengunjung yang hendak beribadah didominasi mengenakan pakaian kelir merah bersama kerabat dan keluarganya. Vihara Avalokitesvara itu sendiri terletak di bilangan Raya Jatinegara Timur, Bali Mester Jatinegara, Jakarta Timur. Nampak pula Vihara Avalokitesvara terpasang banner bertuliskan Gongxi Fat Chai 2570.

Kembali dijelaskan Dessy, saat Imlek umat yang melaksanakan beribadah dengan menyalahkan lilin dan membakar lio. Kemudian, dia mengutarakan setelah melaksanakan ibadah warga Tionghoa biasanya melanjutkan jamuan bersama keluarga.

“Ini cuma sembahyang prosesi nggak ada yang ngikutin ini aja tadinya pasang lilin bakar-bakar lionya setelah itu semua mereka pulang. Mau makan boleh mau pulang boleh,” jelasnya.

Disamping itu, untuk pengunjung yang beribadah di Vihara Avalokitesvara diperkirakan warga Jakarta Timur yang tinggal disekitar lokasi terdekat. Tidak menutup kemungkinan, Dessy menyatakan meskipun tinggal diluar Jakarta Timur tetap melaksanakan ibadah Tahun Baru Imlek 2019 di tempat itu.

“Untuk saat ini pengunjungnya hanya wilayah Jakarta Timur saja dan Biasa biasanya dulu tuh pernah tinggal di Jakarta Timur karena dia nikah pindah di Jakarta Barat kadang-kadang mereka masih tetap ke sini ke Vihara,” ungkapnya.

Kemudian dia memaparkan juga, waktu yang ditentukan Vihara akan ditutup hingga petang sekitar 18.00 Wib. Dessy merincikan, tamu yang akan beribadah tetap menjalankan usahanya meski mereka datang sebelum dan sesudah tutup toko.

“Karena kalau yang buka-buka toko masih ada kan jadinya ada yang nggak dateng juga ada. Sebelum buka toko mereka sembahyang dulu baru buka toko karena kalau bagian daerah sini ada buka toko dulu,” imbuhnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *