oleh

Advokad Peduli Pemilu Laporkan Jokowi Atas Isu Propaganda Rusia

Jakarta, TribunAsia.com – Advokad Peduli Pemilu laporkan Joko Widodo ke Bawaslu RI pada Rabu petang. Saat ini diketahui, Jokowi tengah mencalonkan diri kembali menjadi calon Presiden RI nomor urut 01. Mohamad Taufiqurrahman SH menjelaskan, laporan yang ditujukan kepada Jokowi dikarenakan telah melempar isu propaganda Rusia dan terkandung ujaran kebencian (hoaks).

“Terkait dengan propaganda isu yang dilempar oleh Pak Jokowi sendiri mengatakan bawa ada salah satu tim sukses akan menggunakan propaganda Rusia. Propaganda Ini mengandung fitnah ujaran kebencian dan sebagainya,” kata pelapor kepada TribunAsia.com, Rabu (6/2/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Terlebih, dia mengatakan, isu propaganda Rusia dialamatkan kepada lawan politik Pipres 2019 dalam hal ini kubu Prabowo-Sandi. Pelapor pun menambahkan, Pilpres 2019 mendatang akan bertarung antara Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi memperebutkan kursi Presiden.

“Itu dialamatkan kepada salah tim sukses pada pemilu 2019. Kita sama-sama mengetahui calon presiden ini kan cuma dua berarti yang dimaksud Pak Jokowi berarti Adalah lawan dalam hal ini Pak Prabowo dan Pak Sandi,” tandasnya.

Kata Mohammad Taufiqurrahman, pernyataaan-pernyataan yang dilontarkan Jokowi tidak mendasar. Justru, disebutkan isu propaganda Rusia mengandung hoaks dan bermotif kebencian.

“Kami menganggap pernyataan ini pernyataan yang tidak mendasar. Pernyataan justru hari ini ini bermotif bermotif kebencian dan tentunya hoaks,” imbuhnya.

Selain isu propaganda Rusia, pelapor menyampaikan, Jokowi kerap memunculkan isu proses hukum terhadap Ratna Sarumpaet ke publik. Mohamad Taufiqurrahman merinci kembali atas perkara hukum tersebut dan dia mengutarakan, antara kasus Ratna Sarumpaet dinilai berbeda dengan subjek hukum Prabowo Subianto.

“Beberapa kali bapak Jokowi menyampaikan isu Ratna Sarumpaet. Perlu diketahui, Ratna Sarumpaet dan Bapak Prabowo subjek hukum adalah yang berbeda Ratna Sarumpaet dalam proses hukum,” tegasnya.

Untuk itu, dia menegaskan lagi, pasangan Capres dan cawapres nomor urut 02 tidak terlibat dalam dugaan kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet.

“Kita terkena pihak lain dalam hal ini Pak Prabowo itu pun tidak ada justifikasi terkait permintaan Prabowo terlibat dalam dugaan kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet,” terangnya.

Kemudian, pelapor menuturkan, Jokowi dan tim kampanye dapat dikenakan pasal 280 terkait Undang-Undang Pemilu. Dalam pelaporan ke Bawaslu RI, Mohammad Taufiqurrahman menyerahkan perihal berita-berita yang dianggap hoaks dan memberikan bukti-bukti video yang diduga melanggar pemilu.

“Jadi pasal yang kami laporkan pasal 280 huruf c dan huruf d huruf junto pasal 251 undang-undang pemilu. Yang pertama kita bawa print out tentang berita-betita terkait ada juga video. Beberapa video ada Pak Jokowi. Pak Hasto dan Ace,” bebernya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *