oleh

Sewa Gudang Ganja 1,5 Ton, Kuasa Hukum Minta Mobil Avanza Disita

Jakarta, TribunAsia.com – Kuasa Hukum terdakwa Abdullah minta Majelis Hakim PN Jaktim agar menyita barang bukti kendaraan yang disewa untuk mencari gudang penyimpanan Ganja seberat 1,5 ton.

“Mohon izin mobil Avanza bisa disita yang mulia,” kata tim kuasa hukum, Senin (4/2/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Majelis Hakim yang dipimpin Dwi Dayanto, SH MH dengan didampingi Antonius Simbolon, SH MH dan Nini Angraeni, SH menyampaikan, ihwal permintaan yang diharapkan dari tim Kuasa Hukum atas sebuah kendaraan Toyota Avanza.

Akan tetapi, Dwi melempar kembali kepada Sumardi, SH selaku penuntut umum (JPU) untuk memaparkan kendaraan yang telah disita terkait alat transportasi untuk mencari tempat penyimpanan ganja di area Cikarang, Cengkareng dan Bogor Jawa Barat.

Baca Juga : Berkamuflase Menjadi Ikan Asin 1.434 Kilogram Ganja Tetap Terciduk

“Bagaimana saudara jaksa penuntut umum,” ujar Dwi Dayanto.

Namun, JPU dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pun merincikan secara singkat tentang kendaraan yang disita yang sebelumnya bermerk Suzuki Ertiga dipergunakan oleh para terdakwa untuk menyewa gudang dan diperuntukkan menyimpan Ganja. Hal tersebut disiapkan jika truk bermuatan 1,5 Ton Ganja telah memasuki Jakarta dari tempat asal Aceh.

“Tidak bisa yang mulia yang bisa Suzuki Ertiga,” jelas Sumardi.

Selain itu, agenda saksi Mahkota menuturkan kaitan antara terdakwa lainnya dibahas didalam persidangan. Menurut Yani, dia sempat bertemu Abdullah dan menyaksikan didalam truk berisi 1,5 Ton Ganja terdapat muatan ikan asin.

“Pak Solihin setelah sampai, saya ketemu Pak Abdullah. Jadi muatan mobil ada ikan asin,” kata terdakwa Yani.

Baca Juga : Kirim Ganja 1,5 Ton Abdullah Mendapat Komisi Rp 400 Juta

Sementara, Ainul Yaqin SH mengatakan untuk agenda saksi Mahkota tersebut, Adami, Renaldi, Yani dan Aden duduk selaku saksi menjelaskan peran terdakwa Abdullah dan Solihin.

“Agendanya itu saksi mahkota dengan terdakwa Abdullah dan Solihin saksinya Adami, Renaldi, Yani dan Aden,” urai Ainul Yaqin sebagai tim pengacara.

Kata Ainul, pemeriksaan saksi Mahkota dihadiri oleh Kuasa Hukum Abdullah dan dirinya diluar persidangan. Ditambahkan, dipenghujung sidang kata dia, dalam penetapan terdapat 5 terdakwa yang disampaikan dipersidangan.

“Penetapan ada 5 terdakwa yang mulia,” tandas Ainul kepada majelis hakim. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *