oleh

Pemda DKI Jakarta Cerdaskan Bangsa dan Sejahterakan Para Guru Madrasah Diniyah

Jakarta, TribunAsia.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mencerdaskan bangsa melalui jalur pendidikan memastikan, Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus khususnya masyarakat yang tergolong ekonomi lemah putra dan putrinya dijamin bersekolah. Hal itu disampaikan Catur Laswanto mewakili Gubernur DKI Jakarta selaku Asisten Sekda DKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Rakyat kepada masyarakat di Balaikota.

Program KJP Plus diharapkan Pemprov DKI dapat mencegah generasi bangsa putus sekolah dengan alasan tidak memiliki uang untuk biaya sekolah.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Saya sampaikan kita di DKI Jakarta punya yang namanya KJP Plus itu adalah program untuk orang-orang yang kurang mampu pengharapan Pemprov DKI Jakarta memastikan bahwa tidak ada anak sekolah pada usia sekolah yang tidak bisa sekolah karena keterbatasan uang,” jelas Catur, Sabtu (2/1/2019).

Kemudian, disela-sela pelantikan dan rapat kerja wilayah FKDT DKI Jakarta dia mengatakan, tahun 2019 Pemda DKI Jakarta telah mengucurkan anggaran untuk pendidikan senilai Rp 5 triliun untuk program pendidikan di Jakarta. Bagi pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, mulai dari SD, SMP dan setara SMA akan mendapatkan bantuan dengan kisaran nominal Rp 300 hingga Rp600 ribu setiap bulannya dari KJP Plus.

“Oleh karena itu pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019 menggelontorkan uang sejumlah hampir 5 triliun untuk mereka anak-anak yang tidak mampu. Mereka 900.000 orang itu bisa mendapatkan anggaran berkisar sampai Rp 300 sampai Rp 600 ribu perbulan yang mengikuti sekolah SD SMP SMK,” tambahnya.

Selain itu, Asisten Sekda DKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Rakyat menjelaskan, bagi para tenaga pengajar sekolah Madrasah Diniyah akan disejahterakan pemerintah. Kata Catur, pada tahun 2019 diperkirakan mencapai dua ribu lebih guru-guru pengajar memproleh bantuan honor senilai Rp 500 ribu. Ia menambahkan, para guru Pondok Pesantren dan pengajar Al-Qur’an sama memperoleh hak yang sama.

“Misalnya guru madrasah pada tahun ini sudah jelas akan mendapatkan hibah diantaranya adalah untuk guru Madrasah Diniyah 2960 guru kita berikan Rp500 ribu per bulan. Kemudian, honorarium guru Pendidikan Al-Qur’an kita juga berikan untuk 3453 orang sebanyak 500 ribu perbulan. Pondok Pesantren sebanyak 551 orang sebanyak Rp 500 ribu dan juga guru itu agama,” tandasnya.

Melalui Asisten Kesra, menurutnya dia, Pemda menyatakan bukti perhatian terhadap pendidikan agama di DKI Jakarta termasuk tenaga pendidik. Catur Laswanto memaparkan, tengah melakukan kajian-kajian tentang sarana pendidikan dalam hal ini Madrasah Diniyah.

“Ini adalah merupakan salah satu bukti yang lain dan kita juga memberikan perhatian kepada kehidupan keagamaan Pada hakekatnya sama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka mereka juga harus memberikan perhatian pada mereka sama maka Pemprov DKI Jakarta juga harus memberikan perhatian yang sama,” urainya.

“Pada saat ini saya sampaikan kita sedang melakukan kajian untuk yang pertama bagaimana agar madrasah-madrasah isinya DKI Jakarta dilaksanakan bantuan pembangunannya oleh Pemprov DKI,” sambungnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *