oleh

Beban Kerja Tak Sebanding, Guru PAUD Tuntut Kesejahteraan

Bogor, TribunAsia.com – Menjadi pengajar di PAUD membutuhkan keterampilan lebih, dari luar mungkin terlihat muda karena hanya menghadapi anak usia dini, namun disinilah tantangannya, menghadapi anak usia dini butuh kreatifitas dan kesabaran di atas rata-rata, belum lagi disibukkan urusan administrasi, beban kerja yang berat, dibalik beban kerja tersebut, kesejahteraan yang mereka dapatkan sangat jauh dari standar layak.

Berdasarkan penelusuran TribunAsia.com pada berbagai sekolah PAUD di kabupaten bogor, dijumpai fakta rata-rata guru hanya digaji ratusan ribu rupiah, banyak juga yang hanya puluhan ribu.

banner 336x280

Dewi salah satu contohnya, guru PAUD Al Hafijh Kampung Cibeureum, ia mengaku hanya keikhlasan yang membuatnya bertahan mengajar di PAUD.

“Karena Ikhlas aja pak, kalau gaji sangat minim, bahkan itu juga sebenarnya bukan gaji, hanya uang bensin saja” ungkapnya, Kamis (31/1).

Hal serupa dialami Eni, guru PAUD Nurul Fikri Desa Pabuaran, baginya mengajar di PAUD lebih dimotivasi kepedulian terhadap masa depan anak-anak.

“Mereka masa depan bangsa yang harus dirawat sedini mungkin melalui pendidikan, kalau besaran gaji orang-orang di kampung ini pada Taulah besarannya sangat kecil” terangnya.

Nasib tak jauh beda dialami Nuryanah, guru PAUD Purnama Kampung Tegal Panjang, perempuan satu anak ini secara terbuka mengakui beban kerja dan gaji yang diterima tidak selaras.

“Memang tidak sebanding, tapi bagi saya karena memang suka mengajar anak kecil” imbuhnya.

Kesejahteraan guru PAUD seharusnya menjadi fokus pemerintah, mereka adalah manusia Ikhlas yang rela mengabdikan diri untuk pendidikan, tentu keikhlasan mereka sangat penting diberi perhatian khusus. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *