oleh

AKTA Laporkan Kemenkominfo Rudiantara ke Bawaslu RI

Jakarta, TribunAsia.com – Advokad Cinta Tanah Air (AKTA) pada Jum’at, 1 Februari 2019 melaporkan Menkominfo Rudiantara ke Bawaslu RI karena melanggar undang-undang Pemilu. Rudiantara dilaporkan karena merugikan Capres dan Cawapres pasangan nomor urut 02.

Y Nurhayati mengatakan, video yang telah viral dimedia sosial dikalangan masyarakat terkait gaji aparat sipil negara hal tersebut diduga melanggar tindak pidana pemilu dan indikasi penggiringan opini.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Video viral tentang menkominfo terkait ibu-ibu yang gaji siapa. Terkait pelaporan video yang viral dilaporkan ke Bawaslu. Mana yang nyoblos nomor urut 2 itu. Uang nyoblos,” kata tim advokasi kepada TribunAsia.com, Jum’at (1/2/2019).

Ditambahkan, himbauan Kemenkominfo yang bernuansa politik terhadap pegawai ASN dinilai telah berkampanye. Maka, AKTA menyampaikan kalimat-kalimat yang diutarakan Rudiantara bagian dari penggiringan opini pemilihan presiden 2019.

“Yang gaji ibu-ibu siapa ?. Penggiringan opini walaupun dikaitkan dengan tunjangan-tunjangan dikaitkan dipilres,” kata Nurhayati.

Menurut dia, apa yang telah dilakukan Kemenkominfo mengarah pada pemilihan presiden. Kemudian, dari video yang tersebar luas dilini masa dipandang sebagai kampanye kepada incumbent.

“Jadi seperti berkampanye. Menkominfo bilang yang gaji ibu siapa. Ibu-ibu pilih yang mana,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *