oleh

Tangkal Hoax FBR Luncurkan #Jagainkampung

Jakarta, TribunAsia.com – Ketua Forum Betawi Rempug (FBR) KH Lutfi Hakim mengatakan maraknya berita bohong atau hoaks yang tersebar di media sosial menjelang pemilu semakin mengancam kerukunan masyarakat Indonesia.

Fenomena ini, kata Lutfi, berpotensi menyebabkan terjadinya konflik sosial horizontal sehingga muncul kekhawatiran dari masyarakat.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kita sering alami itu. Misalnya, September lalu, beredar isu waspada ada keributan antara FBR dengan ormas ini, hati-hati situasi mencekam, padahal tidak terjadi apa-apa. Kepolisian juga telah mengklarifikasi, informasi tersebut adalah hoaks,” ujar Lutfi dalam sebuah konferensi pers di Matraman, Jakarta Timur, Selasa (29/01).

Lutfi pun berharap pada pemilu 17 April mendatang, agar masyarakat tidak menyebar berita dan informasi hoaks. Sebab, hal itu dapat dikategorikan kampanye hitam dan berpotensi memprovokasi, menghasut, meng-agitasi, serta mempengaruhi emosi, sikap, serta perilaku masyarakat.

“Hal ini akan memunculkan kekhawatiran di masa yang akan datang, masyarakat akan apatis/cuek dalam setiap ajang pemilihan umum. Pada skala nasional, akan berpotensi menimbulkan konflik komunal hingga konflik sosial horizontal,” ujarnya.

Oleh karena itu, KH Lutfi mengatakan berbagai upaya untuk memberantas, menanggulangi, serta mencegah maraknya berita dan informasi hoaks harus dilakukan seluruh lembaga pemangku kepentingan, termasuk dari Forum Betawi Rempug.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mendukung Polri menanggulangi dan memberantas maraknya berita dan informasi hoaks, karena tenaga mereka terbatas. Kita semua harus ikut membantu terkait hal ini, karena hal ini terkait kepentingan masyarakat banyak,” ujarnya.

Keresahan publik terkait intensitas berita hoaks sudah mulai meningkat, dan berbagai elemen publik termasuk partai politik, hingga ormas mulai menggulirkan wacana menjadikan hoaks sebagai kejahatan luar biasa.

“Saya kira hoaks itu sama dengan fitnah. Al Fitnatul Ashaddu Minal Qhat, atau Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Saya sepakat hoaks dimasukan ke kejahatan luar biasa,” ujar KH Lutfi.

Pada kesempatan tersebut, FBR juga meluncurkan program yang disebut Jaga Kampung dan JAWARA Antihoaks.

“Menjaga Indonesia terlalu luas, menjaga Jakarta, dan Jabodetabek terlalu luas. Kita cukup jaga kampung saja,” ujar pemimpin organisasi masyarakat yang cukup populer di Jakarta dengan ratusan ribu anggota yang tersebar di wilayah Jabobetabek.

“Kita himbau teman-teman untuk bekerja sama dengan pihak lain untuk mensukseskan Pilpres yang aman, damai, sejuk dan berintegritas. Anggota kita kan tersebar di masing-masing di RT dan RW, mereka siap bantu antisipasi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar KH Lutfi.

FBR, ungkap Lutfi telah mensosialisasikan spanduk sosialisasi Jaga Kampung dan mengkampanyekan hashtag #2019fbrjagainkampung.

Lutfi pun mengajak anggotanya untuk memverifikasi informasi yang diterima sebelum memforward ke group, baik di media sosial maupun platform chatting populer seperti WhatsApp.

“Belajar dari Suriah, konflik yang terjadi di Suriah berawal dengan hoaks,” ujar KH Lutfi.

Masyarakat dunia sempat dihebohkan dengan munculnya penanyangan foto dan gambar di media sosial media terkait konflik yang terjadi di Suriah, mengundang simpati bahkan kecaman dari netizen dari berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia.

“Beli Piring Kaga Pakai Boks, Jangan Sampe Kemakan Hoaks,” ujar Lutfi dalam pantunnya. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *