oleh

Sidang Putusan Lelang Korlantas Polri, Gugatan PT Digital Praja Makayasa di Tolak PTUN

Jakarta, TribunAsia.com – Sidang putusan lelang pengadaan kendaraan sepeda motor tipe R2 berkapasitas 1200 CC dengan nilai pagu peket dan HPS sebesar Rp 150 miliar rupiah. Dalam perkara tersebut, diperkirakan terjadi pada awal bulan Mei 2018 Kapolri sebagai pengguna anggaran (PA) dan kemudian Kakorlantas Polri selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) melalui Pokja ULP.

PT Digital Praja Makayasa melalui tim kuasa hukum dari kantor hukum Guritno and Partner menyampaikan apresiasi kepada Majelis Hakim PTUN Jakarta atas putusan pengadaan lelang motor gede sebanyak 250 unit merk BMW.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Yang jelas tetap kami selaku praktisi hukum apresiasi putusan yang sudah ada. Majelis yang telah bersusah payah menyidangkan perkara ini tetap kami hormati putusannya. Sekalipun banyak hal yang kami rasa belum dipertimbangkan oleh majelis hakim,” terang Hawit Guritno, SH kepada TribunAsia.com Rabu, (30/1/2019).

Sekedar informasi, dalam perkara di PTUN Jakarta terdapat 3 peserta perusahaan yang ikut dalam pelelangan diantaranya, PT Digital Praja Makayasa, PT Graha Qynthar Abadi dan PT Kalimaya Beutong Kramat Sindo.

Kembali ditegaskan Guritno point dalam pokok perkara eksepsi, dikatakan terbukti dari eksepsi Tergugat Korlantas Polri dan pemenang lelang PT Graha Qynthar Abadi seluruhnya ditolak oleh Majelis Hakim.

Tim kuasa hukum PT Digital Praja Makayasa, Guritno and Partner, Hawit Guritno, SH.

“Memutus perkara jadi terbukti pengadilan tata usaha negara (PTUN) Jakarta itu berwenang untuk mengadili perkara pengadaan barang jasa ini dan kemudian juga dinyatakan surat kuasa kita sah kita masuk pada perkara ditolaknya gugatan penggugat atau kami dalam kesempatan kali ini karena dinyatakan penggugat tidak memiliki dukungan agen tunggal pemegang merk (APTM) seperti pemenang lelang,” ujar dia.

Kemudian, kendaraan lelang dengan kapasitas 1200 CC dijelaskan dalam jumlah tertentu memiliki dukungan APTM. Akan tetapi, kata dia fakta berdasarkan persidangan saksi yang dihadirkan menyatakan pesanan motor tersebut dibeli tidak melalui dealer BMW.

“Ini yang belum dipertimbangkan oleh yang mulia majelis hakim fakta ini yang belum diungkapkan di dalam pertimbangan putusannya. Nah, kemudian yang kedua mencermati dokumen pengadaan disitu disyaratkan adanya dukungan ATPM,” kata Guritno.

“Kemudian yang kedua terkait dengan adanya spesifikasi teknis yang mengarah kepada merek, kami merasa kami melihat kami menduga majelis hakim masih belum mempertimbangkan keseluruhan keterangan dari Insinyur ahli yang dihadirkan dari LKPP sekalipun tidak apa namanya tidak mewakili institusinya,” imbuhnya.

Sambung tim kuasa hukum, fakta berikutnya dipaparkan dalam syarat lelang dicantumkan spesifikasi teknis jelas tertera merk sepeda motor BMW. Kata dia, Ahli menyatakan panitia lelang dilarang mengarahkan kepada merk serta spesifikasi yang dibutuhkan.

“Ketiga itu menyatakan bahwa beberapa bagian yang dipersyaratkan dalam motor spesifikasi teknisnya mengarah jelas pada merk BMW dilelang. Ahli menyatakan bahwa bekerja itu atau panitia lelang bahkan orang yang melakukan badan hukum melakukan lelang pemerintah itu dilarang melakukan post bidding mengarah kepada merk spesifikasi yang dibutuhkan,” bebernya.

“Keempat kata-kata BMW dihilangkan namun spesifikasinya itu hanya dimiliki motor sehingga jelas berdasarkan 2 (dua) pertimbangan pokok majelis tadi, kami merasa perlu mempertimbangkan keseluruhan fakta yang terjadi di persidangan,” lanjutnya.

Meski demikian, Hawit Guritno SH mengatakan akan mendalami putusan PTUN tersebut dan akan mendiskusikan kepada kliennya. Bila langkah banding menurutnya, materi-materi itu tidak jauh dari hal pokok perkara lelang kendaraan merk BMW.

“Nah kalau langkah berikutnya, kami harus berkoordinasi dengan klien terlebih dahulu. Apakah klien menerima putusan ini ataukah klien juga akan mengajukan banding jikalau mengajukan banding tidak jauh berbeda dengan 2 (dua) hal yang telah kami sampaikan di awal pokok-pokok penting yang akan kami lanjutkan,” sebutnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *