oleh

Kirim Ganja 1,5 Ton Abdullah Mendapat Komisi Rp 400 Juta

Jakarta, TribunAsia.com – Kirim Ganja 1,5 Ton Abdullah dijanjikan akan menerima komisi Rp 400 juta bila muatan ganja asal Aceh sampai ke Jakarta. Saat ini, pemilik ganja Hamzah dinyatakan masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam persidangan di PN Jaktim yang telah menginstruksikan terdakwa Abdullah. Dengan mengendarai sebuah truk yang

“Abdullah mendapat komisi 400 juta. Pada intinya mereka ini malah ditugaskan untuk mencari gudang dengan proses pengiriman dari Aceh sampai Jakarta dan yang mencari tempat sewa gudang Gusti atas perintah Adami,” jelas Valdo bersama Ainul selaku kuasa hukum terdakwa, Senin (28/1/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Persidangan narkotika jenis Ganja dipimpin langsung Dwi Dayanto, SH MH dengan didampingi oleh Antonius Simbolon, SH MH dan Nun Suhaeni, SH MHum. Hadir selaku penutut umum (JPU) saat itu Sumardi, SH.

Perlu diketahui, Ganja seberat 1,5 Ton berasal dari Aceh diamankan petugas kepolisian di sekitar Tol Pasar Rebo Jakarta Timur. Kembali disebutkan, agenda sidang sebenarnya menghadirkan saksi mahkota. Namun, sayangnya para saksi dinilai belum siap dan sidang dilanjut dengan pemeriksaan saksi-saksi lainnya.

Untuk peran Adami dalam proses pengiriman barang terlarang itu dikendalikan di dalam LP Rajabasa Lampung dan kini mendekam di LP Cipinang Jakarta Timur. Kata tim penasehat hukum, berdasarkan keterangan persidangan dari terdakwa Abdullah, justru terdakwa Adami memberikan perintah kepada terdakwa Gusti untuk mencari gudang penyimpanan ganja.

“Tetapi pengakuan Adami tidak pernah berkomunikasi dengan Abdullah dalam persidangan, justru saudara Abdullah yang menghubungi pertama kali ke Adami,” tandasnya.

Kemudian ditambahkan, ketiga terdakwa dalam persidangan menjelaskan peran masing-masing. Dan untuk kepemilikan Ganja tersebut diutarakan adalah milik Hamzah dan ditugaskan kepada Abdullah.

“Saudara Adami dengan saudara Solikin dengan Yani mereka bertiga ini menjelaskan tentang peranan dari saudara Adami. Fakta persidangan saudara Abdullah menjelaskan peran dari saudara Adami dalam tugas membagi atau menerima barang dari satu setengah ton (1,5 ton) narkotika dengan jenis ganja dari saudara Hamzah (DPO) menugaskan untuk ke saudara Abdullah,” tegasnya.

Namun, tim penasehat hukum terdakwa juga memaparkan, terdakwa kerap berkomunikasi seputar pengiriman ganja dengan tujuan ke Jakarta. Akan tetapi, didalam berita acara (BAP) berbeda dengan keterangan tidak pernah berhubungan.

“Saudara Abdullah selalu berkomunikasi dengan saudara Adami, tetapi saudara Adami diberita acara (BAP) tidak pernah berhubungan dengan saudara Abdullah,” ujar Valdano. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *