oleh

Tommy Tjokro – Anisha Dasuki Moderator Debat Pilpres Kedua

Jakarta, TribunAsia.com – Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki ditunjuk KPU sebagai moderator debat kedua Pilpres 2019, 17 Februari nanti.

“Saya bangga dan sangat tersanjung menjadi bagian dari sejarah demokrasi Indonesia,” kata Anisha saat dimintai konfirmasi mengenai penunjukannya sebagai moderator.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Bersama Tommy, Anisha akan memandu jalannya debat yang mempertemukan Joko Widodo dan Prabowo Subianto secara head-to-head.

Anisha dan Tjokro merupakan presenter berita di bawah payung MNC Group. Grup media itu pula yang nanti menjadi penyelenggara sekaligus menyiarkan debat secara langsung. Rencananya debat kedua diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta, pada 17 Februari. Temanya, energi dan pangan, SDA dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.

Penunjukan dua presenter itu merupakan hasil kesepakatan antara KPU dan kedua tim sukses paslon. Usulannya berasal dari pihak televisi penyelenggara. “Untuk panelis, yang kami siapkan ada delapan,” terang Ketua KPU Arief Budiman.

Mereka berasal dari kalangan akademisi dan LSM. Para akademisi itu berasal dari sejumlah universitas. Yakni, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Airlangga. Sedangkan LSM akan diwakili Walhi.

“Nanti kami sebutkan kalau sudah dikonfirmasi dan menyatakan bersedia (menjadi panelis),” lanjut mantan komisioner KPU Jatim itu. Dia memastikan tidak melibatkan paslon dalam pemilihan panelis. Arief menjelaskan, ada sejumlah hal yang akan membedakan debat pertama dengan kedua. Selain kisi-kisi pertanyaan yang dihapus, ada salah satu sesi kedua capres berdebat dengan waktu yang fleksibel.

Mungkin sesi tersebut diletakkan pada segmen 4 atau 5. Saat itu dua capres akan saling melontarkan pertanyaan. Detailnya akan dibahas pada Rabu (30/1) dengan mempertimbangkan usulan yang ada. Direktur Program Tim Kampanye Nasional 01 (Jokowi-Ma’ruf Amin) Aria Bima memperjelas detail yang sedang digodok itu. Setiap capres tetap akan diberi waktu berbicara.

Namun, sifatnya fleksibel. “Kalau waktu masih ada dan dia tidak memanfaatkannya, bisa disambar capres lain,” ujar Aria. Dengan cara itu, diharapkan sesi tersebut berlangsung tidak kaku.

Hal baru lainnya, akan ada kamera yang terus mengikuti perjalanan setiap capres sejak dari lokasi berangkat menuju ke Hotel Sultan. Itu dilakukan agar penonton televisi bisa mengetahui perjalanan setiap paslon. “Nanti kami upayakan masing-masing paslon bisa komunikasi sepanjang perjalanan menuju tempat debat,” jelas Arief.

Harapannya, itu bisa menjadi prolog yang positif. Kedua kandidat bisa saling berkabar selama perjalanan sebelum sampai ke lokasi debat. Itu akan menunjukkan kultur khas Indonesia yang hangat. Meski sedang bersaing berebut kuasa, suasana keakraban tetap terjaga.

Selain itu, kemarin KPU mengundi siapa yang akan memaparkan visi-misi terlebih dahulu. Hasilnya, Prabowo akan memaparkan visi-misinya terlebih dahulu. Sebaliknya, di bagian akhir, Jokowi akan memberikan statement akhir lebih dulu. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *