oleh

Potensi Pecah Belah Umat Islam, Direktorat Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi Laporkan Tabloid Indonesia Barokah

Jakarta, TribunAsia.com – Bahwa sejak kehadiran tabloid Indonesia Barokah justru menjadi polemik dan kegaduhan dimasyarakat yang mana penyebaran tabloid tersebut terorganisir dengan sasaran peredaran di tempat ibadah (mesjid) yang berada di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Karena tabloid Indonesia Barokah edisi I Desember 2018 baik judul Maupun isi kontennya mengandung fitnah dan ujaran kebencian kepada Bapak H. Prabowo Subianto selaku Calon Presiden dan Bapak Sandiaga Salahuddin Uno selaku Calon Wakil Presiden No. 02 sebegai peserta Pemilu Tahun 2019 serta umat Islam yang terhimpun dalam kegiatan acara 212 selaku golongan agama umat Islam, Jum’at (25/1).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Beberapa isi konten tabloid Indonesia Barokah tersebut memberitakan makna negative yang mendeskreditkan Calon Presiden No. 02 Bapak H. Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Bapak Sandiaga Salahudin Uno pada halaman 6 yang berjudul “Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik?”. Sehingga maksud dari isi berita tersebut berpotensi menimbulkan permusuhan baik antar Golongan Pendukung Bapak H. Prabowo Subianto Maupun golongan umat Islam Karena membuat kegaduhan dan keonaran dimasyarakat akibat tabloid Indonesia Barokah.

Maka seharusnya dalam memuat pemberitaan setiap wartawan agar selalu bersikap independent dengan memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani dan menghasilkan berita yang akurat yaitu yang dapat dipercaya benar sesuai keadaan obyektif ketika peristiwa terjadi agar tidak menyerang kehormatan dan nama baik masyarakat khususnya yang pada saat ini masa kampanye Pemilu tahun 2019 agar tidak menimbulkan permusuhan kepada Bapak H. Prabowo Subianto & Bapak Sandiaga Salahudin Uno serta golongan pendukung dan golongan umat islam (vide Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik).

Karena Fungsi Pers Indonesia sebagai wasit dan pembimbing yang adil sebagai pengawas yang teliti dan seksama terhadap pelaksanaan Pemilu 2019, dan tidak justru sebaliknya, menjadi “pemain” yang menyalahgunakan ketergantungan masyarakat terhadap media. (vide Surat Edaran Dewan Pers No. 02/SE-DP/VIII/2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan Dalam Pemilu 2019).

Oleh karena itu, pemberitaan tabloid Indonesia Barokah yang menyerang kehormatan nama baik Bapak H. Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Salahudin Uno yang menimbulkan ujaran kebencian dan keonaran dimasyarakat berdampak permusuhan antar golongan maka dapat dikatakan melanggar asas berimbang dan beritikad buruk.(Vide Pasal 1, 3, 4 dan 8 Kode Etik Jurnalistik) Maka seharusnya pers berfungsi sebagai media informasi, Pendidikan, hiburan dan control social dimasyarakat bukan untuk membuat keonaran yang berakibat permusuhan antar golongan.

Selain melanggar kode Etik Jurnalistik, Tabloid Indonesia Barokah juga tidak berbadan hukum. Karena dalam susunan redaksi tidak dicantumkan badan hukum perusahaan pers dan sebagai media cetak seharusnya mencantumkan alamat percetakan namun hanya dituliskan pada Mukadimah halaman 2 dibawah susunan redaksi yang bertuliskan “isi di luar tanggung jawab percetakan”.

Maka patut diduga tabloid Indonesia Barokah ilegal sebagaimana dimaksud Pasal 9 Ayat (2) juncto Pasal 12 juncto Pasal 18 Ayat (3) Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Kemudian, tim advokasi dan hukum Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandi menyampaikan dengan singkat terkait pelaporan ke Dewasa Pers terhadap Tabloid Indonesia Barokah. Direktorat advokasi dan hukum itu menilai isi konten dalam pemberitaan tersebut dapat memecah belah umat Islam.

“Itu berpotensi untuk memecah belah umat Islam. Mengatakan apa namanya Tabloid Barokah,” kata Y Nurhayati. S. Ag., SH.,MH,MM ketika dikonfirmasi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *